Scroll untuk baca artikel
Berita

Permintaan Pinang Ekspor Tinggi, Pedagang Pengumpul Terkendala Stok

×

Permintaan Pinang Ekspor Tinggi, Pedagang Pengumpul Terkendala Stok

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Tingginya permintaan komoditas pinang dari pasar internasional menjadi peluang besar bagi sektor pertanian dan perdagangan di Sumatera Barat. Namun, besarnya kebutuhan pasar ekspor saat ini belum mampu diimbangi dengan ketersediaan stok, sehingga pedagang pengumpul masih kesulitan memenuhi seluruh permintaan dari luar negeri.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Permintaan pinang ekspor ke India dan Bangladesh terus mengalami peningkatan sejak tahun 2024. Komoditas pinang, terutama jenis pinang iris dan pinang bon-bon, menjadi produk yang banyak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri di kedua negara tersebut.

Quality Control PT Wanda Sinar Buana, Riri Kurniawan, mengatakan saat ini kebutuhan pasar ekspor mencapai sekitar 50 ton per hari. Namun, stok yang tersedia baru mampu memenuhi sekitar 20 ton per hari.

“Iyq, Permintaan untuk memenuhi pasar luar Negeri sangat tinggi. Saat ini kebutuhan bisa mencapai 50 ton per hari, sementara stok yang tersedia rata-rata hanya sekitar 20 ton per hari,” ujar Riri Kurniawan saat ditemui di PT Wanda Sinar Buana, Jorong Sumbarang Aia, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa 9 Juni 2026.

Menurutnya, tingginya permintaan tersebut menunjukkan bahwa pasar pinang masih sangat terbuka dan memiliki prospek yang menjanjikan. Namun, peningkatan produksi di tingkat petani belum mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan pasar internasional.

Untuk memenuhi permintaan yang terus berdatangan, perusahaan tidak hanya mengandalkan pasokan dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Bahan baku pinang juga didatangkan dari provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi.

“Kami mencari pasokan dari berbagai daerah. Selain dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, pasokan juga berasal dari Riau dan Jambi agar kebutuhan ekspor tetap bisa terpenuhi,” tambahnya.

Riri menilai kondisi tersebut menjadi peluang ekonomi yang sangat baik bagi masyarakat, terutama bagi petani yang memiliki lahan kosong atau lahan yang belum produktif. Dengan meningkatnya luas areal tanam pinang, produksi diharapkan dapat bertambah sehingga kebutuhan pasar ekspor dapat dipenuhi di masa mendatang.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan tidur untuk membudidayakan tanaman pinang karena permintaan pasar internasional masih sangat tinggi dan cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Ini peluang yang sangat baik bagi masyarakat. Kalau lahan-lahan yang belum produktif dimanfaatkan untuk menanam pinang, tentu produksi akan meningkat dan masyarakat juga bisa memperoleh tambahan pendapatan.”tutupnya.

Dengan tingginya permintaan dari pasar internasional, komoditas pinang dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Selain memberikan keuntungan bagi petani dan pedagang, peningkatan produksi pinang juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai ekspor komoditas pertanian. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *