Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Memasuki bulan keempat pengerjaan Jalan Payakumbuh-Lintau (Payakumbuh-Sitangkai) oleh kontraktor pelaksana, PT. Arpex Primadhamor telah menyelesaikan 1 Km lebih Rigit Beton, diperkirakan pertengahan Juli nanti, sebelah Rigit Beton yang dibentang telah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, sebab beton telah keras dan sudah melebihi batas maksimal 28 hari.
Untuk tahap berikutnya akan dilakukan pengecoran separoh badan jalan lainnya, sehingga kedepannya jalan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sejauh ini menurut pelaksana, tidak ada kendala berarti, apalagi cuaca mendukung, pihak rekanan berharap kedepannya bisa diselesaikan sesuai kontrak kerja.
” Iya, Alhamdulillah untuk pengerjaan Jalan Payakumbuh-Lintau (Payakumbuh-Sitangkai) telah melewati 50 persen lebih, jalan yang telah dibeton 1 Km lebih. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, cuaca juga sangat mendukung,” ucap Ikhsan, pelaksana lapangan PT. Arpex Primadhamor, Selasa siang 1 Juli 2025.
Lebih jauh Ihsan menjelaskan, hingga saat ini masih diberlakukan buka tutup jalan, beberapa hari kedepanya jalan yang telah selesai dirigit beton sudah bisa dilalui oleh kendaraan.
” Dalam beberapa hari kedepan, untuk jalan telah selesai dirigit beton (sebelah kiri dari Payakumbuh menuju Lintau) telah bisa dilalui kendaraan, dan akan kita lanjutkan untuk pengerjaan sebelahnya,” ujarnya.
Pembangunan Jalan Payakumbuh-Lintau (Payakumbuh-Sitangkai) dengan nilai kontrak Rp. 12. 313.849.000 (Dua belas milyar tiga ratus tiga belas juta delapan ratus empat puluh sembilan ribu) dengan waktu pelaksanaan mencapai 180 hari Kalender.
Perbaikan jalan itu ditargetkan bisa selesai sesuai waktu, sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat atau pengendara yang melintas. Hingga saat ini menurut pelaksana, pihaknya tidak mengalami kendala dalam penyelesaian proyek yang bersumber dari dana APBN tahun 2025 itu.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang mulai melakukan perbaikan terhadap Jalan rusak yang banyak dikeluhkan masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. Kerusakan jalan mulai dari Kecamatan Luhak hingga Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota, bahkan beberapa kali aksi “Sindiran” dilakukan masyarakat karena mengakui telah lelah akibat jalan utama itu tak kunjung diperbaiki.

Perbaikan itu mulai dilaksanakan sejak 19 Maret lalu dengan panjang 1 Km 300 Meter, kontrak kerja akan berakhir 5 September nanti. Perbaikan jalan itu berupa pengerasan beton. Jelang pengaspalan, pihaknya telah memulai dengan beberapa item pekerjaan, termasuk menutup lobang diberbagai titik.
Proyek dengan nama kegiatan Penyelenggaraan Jalan Provinsi dan pekerjaan Rehabilitasi Jalan Provinsi di Ruas BTS Payakumbuh-Sitangkai (P.044) Paket II diawasi PT. Teknik Eksakta sebagai Konsultan Supersi.
APRESIASI PEMPROV, TAPI BELUM MAKSIMAL
Sementara Dya (35) Warga Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota yang kerap melewati Jalur atau jalan yang tengah diperbaiki itu, apresiasi namun menilai apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum maksimal atau setengah hati.
Sebab menurutnya, penderitaan masyarakat ataupun pengendara yang melintas sudah sangat lama, akibat kerusakan jalan. Tidak saja kerugian materil, namun juga kehilangan nyawa maupun luka-luka.
” Kalau soal apresiasi dan terimakasih, tentu sebagai masyarakat dan pengendara kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Namun perbaikan ini kami nilai belum maksimal karena hanya 1 Kilometer, sementara jalan yang rusak cukup panjang,” ucapnya.
Lebih jauh Dya menjelaskan, penderitaan masyarakat akibat jalan rusak itu tidak hanya saat hujan lebat, namun saat musim panas.
” Saat hujan, jalanan yang berlobang akan tergenang. Sementara saat musim panas jalanan berdebu. Selain perbaiki jalan, yang terpenting adalah pembatasan muatan truk-truk pengangkut hasil tambang yang melewati jalan tersebut.” Tutupnya. (Edw)















