Scroll untuk baca artikel
Berita

Pemerintah Pusat Kucurkan Dana 50 M Wujudkan Swasembada dan Ketahanan Pangan di Kabupaten 50 Kota

×

Pemerintah Pusat Kucurkan Dana 50 M Wujudkan Swasembada dan Ketahanan Pangan di Kabupaten 50 Kota

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Pemerintah Pusat melalui dana APBN dan Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota melalui dana APBD tahun 2026 mengucurkan dana mencapai 50 M untuk mewujutkan Swasembada dan Ketahanan Pangan di daerah itu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bantuan Milyaran rupiah tersebut berupa bibit, alat dan mesin pertanian (Alsintan), rehab jaringan irigasi, perpipaan, perpompaan serta Optimalisasi lahan pertanian. Hal tersebut diungkapkan Bupati Limapuluh Kota, Safni dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Pemantapan Pelaksanaan Kegiatan APBN Kementerian Pertanian dan APBD tahun anggaran 2026, yang digelar Selasa pagi 4 Agustus 2026 di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota di Kawasan Ibukota Kabupaten (IKK) Sarilamak.

Dengan bantuan yang diberikan Pemerintah itu, Bupati berharap tidak dijadikan tujuan akhir, namun menjadi jalan mewujudkan tujuan utama, yakni mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan.

” Bantuan Pemerintah bukan tujuan akhir, namun tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan, memperkuat ketahanan pangan dan tingkatkan produksi serta dukung swasembada pangan Pemerintah Pusat,”ucap Bupati.

Bupati juga berpesan agar bantuan yang diterima bisa dijaga dan kegiatan dilaksanakan sesuai petunjuk teknis.

” Semuanya jaga amanah dengan baik, laksanakan kegiatan sesuai juknis dan hindari penyimpangan, rawat infrastruktur dan alsintan agar bermanfaat dalam jangka panjang. Penyuluh pertanian harus jadi ujung tombak,”tambahnya.

Lebih jauh Bupati merinci, bantuan tersebut sampai saat ini mencapai Rp 50 M, dan diperkirakan akan terus bertambah kedepannya.

” Kalau untuk saat ini lebih kurang Rp. 50 M, berupa Alsintan dan Bibit dari Kementerian Pertanian, kita masih menunggu barang (bantuan) yang akan datang.”ujarnya.

Kepala Dinas Tangan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Limapuluh Kota, Witra menjelaskan bahwa Rakor yang digelar bersama Kelompok Tani, Walinagari, OPD, Penyuluh dan lainnya agar semua pihak memahami dan ikut mengawal bantuan yang diberikan agar nantinya memberikan dampak nyata bagi pertanian.

“Melalui Rakor ini, seluruh peserta paham mekanisme dan kawal bantuan, sehingga nantinya memberikan dampak nyata bagi pertanian,”jelasnya diamini Sekretaris Tangan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Limapuluh Kota, Vivi.

Sementara terkait jenis bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, tidak hanya bantuan fisik, namun juga non fisik.

” Ada penyaluran benih kelapa dan alpukat, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan, pembangunan dam parit, optimalisasi lahan (OPLAH), hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Untuk bantuan benih kelapa, luas lahan sasaran mencapai 1.250 hektare dan mulai didistribusikan pada September. Sementara itu, pembangunan 63 unit jaringan irigasi tersier dengan tahap awal sebanyak 13 unit memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,3 miliar,”ucapnya.

Kemudian, pembangunan 57 unit irigasi perpompaan dengan total anggaran sekitar Rp8,7 miliar, pembangunan 17 unit irigasi perpipaan dengan total anggaran sekitar Rp4,23 miliar, serta pembangunan 23 unit dam parit dengan total anggaran sekitar Rp2,7 miliar.

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan program optimalisasi lahan seluas 1.000 hektare dengan anggaran sekitar Rp4,4 miliar, serta menyalurkan 14 paket alat dan mesin pertanian, seperti traktor dan bajak, yang akan ditempatkan di sejumlah kecamatan agar dapat dimanfaatkan bersama oleh para petani. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *