Oleh : Hadiastuti,S.Pd.,M.Pd.
Dalam upaya mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, tim dosen Universitas Negeri Padang melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) telah melaksanakan pelatihan bertajuk “Optimalisasi Limbah Industri Busana untuk Hiasan Busana dengan Pendekatan Zero Waste” di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Kegiatan ini ditujukan untuk memberdayakan kelompok Ibu PKK yang telah memiliki keterampilan dasar menjahit, namun belum mendapatkan pelatihan lanjutan secara optimal. Melalui pendekatan zero waste, para peserta dilatih untuk memanfaatkan limbah tekstil seperti potongan kain, brokat, dan pakaian bekas sehingga menjadi hiasan busana yang menarik dan bernilai jual.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan setiap tahunnya oleh dosen Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang, langsung dikoordinator/diketua oleh Hadiastuti, S.Pd,.M.Pd, dengan tim pengabdian Rafikah Husni. M.Pd dan Siska Miga Dewi, M.Pd. Kegiatan ini juga diikuti dengan Instruktur Puji Hujria Suci M.Pd, dibantu oleh mahasiswa Sri Susmelly.

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Mitra yaitu Wali Nagari Sungai Jambu Bapak Wilmen S.Pi. Target dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi tentang pentingnya pemanfaatan limbah Industri sebagai peluang usaha baru UMKM sekarang ini.
“Selain membantu mengurangi limbah tekstil, pelatihan ini juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar ibu Hadiastuti, M.Pd., selaku ketua tim pengabdi.
Dalam pelatihan ini, peserta juga dibekali dengan keterampilan teknik patchwork dan strategi pemasaran produk daur ulang agar hasil karyanya dapat bersaing di pasar lokal maupun digital.

Dari kegiatan ini, lahirlah variasi produk hiasan busana kreatif yang mulai dikenalkan secara lokal dan digital. Para peserta juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep zero waste dan keterampilan pengolahan limbah tekstil.

Pengabdian ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi nagari. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan dan menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis limbah. (*)















