Payakumbuh, Dekadepos.id
Sejumlah remaja dari berbagai wilayah di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota terjaring razia balap liar yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Payakumbuh di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Koto Nan IV, Minggu dini hari.
Razia tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keresahan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang kerap dilakukan puluhan remaja di kawasan tersebut. Penertiban dilakukan secara mendadak pada dini hari guna meminimalisir potensi gangguan ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Kedatangan petugas sempat mengejutkan para remaja yang biasa melakukan aksi balap liar. Mengetahui kehadiran Satpol PP, sebagian dari mereka mencoba melarikan diri ke berbagai gang dan jalan sekitar lokasi. Meski sempat terjadi aksi kejar-kejaran, sejumlah remaja berhasil meloloskan diri.
Sementara itu, remaja yang berhasil dijaring langsung dibawa menggunakan mobil patroli ke Markas Satpol PP Kota Payakumbuh. Petugas juga mengamankan kendaraan yang digunakan, yang mayoritas tidak memenuhi standar kelayakan dan diduga telah dimodifikasi.
Di markas Satpol PP, para remaja tersebut diberikan pembinaan serta peringatan agar tidak kembali mengulangi perbuatannya.
” Iya, beberapa hari lalu kita melakukan Razia Balap Liar disepanjang Jalan Soekarno-Hatta (Koto Nan IV) untuk merespon atau menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan Balap Liar yang digelar puluhan remaja,” ucap Kasat Pol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi “Centong” Novita, Senin 5 Januari 2026.
Dewi juga menambahkan, mereka yang dijaring dibawa ke Markas Satpol-PP di kawasan Padang Kaduduak Kecamatan Payakumbuh Utara untuk didata dan dilakukan pembinaan.
” Mereka yang berhasil kita jaring dibawa ke Markas Satpol-PP untuk dilakukan pembinaan, tentu kita harapkan mereka tidak lagi mengulangi aksi balapan liar yang membahayakan diri mereka dan pengendara itu,”tambahnya.
Satpol PP menegaskan bahwa kegiatan balap liar tidak hanya melanggar aturan, namun juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Ke depan, Satpol PP Kota Payakumbuh memastikan razia serupa akan terus digelar secara rutin sebagai respons atas laporan dan keluhan masyarakat. Pasalnya, balap liar dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas serta berpotensi menimbulkan praktik perjudian. (Edw)















