Scroll untuk baca artikel
Berita

Masih Didominasi Penonton Lokal, Pacu Jawi Payakumbuh Butuh Perhatian Maksimal

×

Masih Didominasi Penonton Lokal, Pacu Jawi Payakumbuh Butuh Perhatian Maksimal

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Pacu Jadi Dalam Festival Budaya Pacu Jawi Yang Digelar di Cibadak AIA Kota Payakumbuh. (Foto : Alika)
Teks Foto : Pacu Jadi Dalam Festival Budaya Pacu Jawi Yang Digelar di Cibadak AIA Kota Payakumbuh. (Foto : Alika)

Payakumbuh, Dekadepos.id

Ribuan penonton dari berbagai tempat di Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Limapuluh Kota (Luak Limopuluah) menyaksikan Festival Budaya Pacu Jawi yang digelar di persawahan Lingkungan Cubadak Aia Kecamatan Payakumbuh Utara, Selasa 28 April 2026. Ribuan penonton tersebut sejak siang hari terus berdatangan ke lokasi yang tak jauh dari Kawasan Payakumbuh Bugar tersebut, namun Festival Budaya yang digelar sejak Senin itu masih didominasi oleh penonton yang masyarakat lokal, tidak terlihat penonton dari luar daerah seperti Pacu yang di daerah tetangga, Kabupaten Tanah Datar.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kondisi tersebut telah berlangsung lama, padahal Pacu Jawi yang digelar diberbagai gelanggang pacuan di Luak Limapuluh tak kalah menarik dengan Pacu Jawi di Kabupaten Tanah Datar. Hal tersebut diungkapkan Tokoh Masyarakat Kota Payakumbuh, Mustafa yang mengapresiasi masyarakat dalam pelaksanaan Festival Budaya tersebut.

Menurutnya, Peranan Pemerintah Daerah melalui Dinas atau OPD terkait harus lebih maksimal dalam mempromosikan/publikasi Pacu Jawi, terutama untuk menarik wisatawan dari luar daerah, sehingga kunjungan wisatawan meningkat ke Payakumbuh.

” Iya, kita sangat apresiasi masyarakat dan panitia yang terus mempertahankan tradisi Pacu Jawi di daerah kita di Kota Payakumbuh, ivent  pacu Jawi sangat disenangi masyarakat kita. Tentu perlu peranan Pemerintah Daerah lebih maksimal,”ucapnya, Selasa sore 28 April 2026.

Mantan anggota DPRD Kota Payakumbuh dua periode itu juga berharap Iven atau Festival Budaya Pacu Jawi dapat digelar lebih maksimal dengan ikut campur tangan atau peranan Pemerintah Daerah lebih maksimal.

” Kita sebagai masyarakat sangat berharap kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait dapat meningkatkan ivent pacu Jawi ini, sehingga penontonnya tidak hanya masyarakat lokal, namun juga wisatawan Nusantara maupun internasional yang sengaja melihat pacu Jawi. Tentu nantinya akan berdampak pada ekonomi masyarakat secara keseluruhan.”jelasnya.

Sementara Betri Afrida, penonton asal Kelurahan Perambahan Kota Payakumbuh, mengakui tertarik menonton Pacu Jawi karena berbeda dengan Pacu jawi atau karapan sapi, sebab dalam Pacu Jawi, joki juga ikut berlari seperti sapi.

” Menariknya, dalam Pacu Jawi disini, kadang joki terjatuh dan berlumpur, sebab ikut berlari bersama sapi. Kalau karapan sapi, joki tidak berlari melainkan bertengger pada kayu yang digabungkan pada dua ekor sapi.”ucapnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *