Payakumbuh, Dekadepos.id
Hanya bertahan selama 3 pekan di Kota Payakumbuh, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan Program Presiden Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka, terhenti pada Senin 3 Februari 2025. Sehingga tidak ada pembagian kepada 6 Sekolah Dasar Negeri dan 2 SMP di Kecamatan Payakumbuh Barat (Titik 2) pada Senin 3 Februari 2025.
Dari pantauan di SDN 2 Payakumbuh Kelurahan Padang Tangah Balai Nan Duo Kecamatan Payakumbuh Barat pada Senin pagi 3 Februari 2025, tidak terlihat adanya aktivitas bongkar muat Makanan Bergizi Gratis (MBG) seperti hari sebelumnya. Di Sekolah bertingkat tersebut justru terlihat sejumlah keranjang yang disediakan pihak sekolah bagi walimurid yang akan menitipkan bekal makan siang bagi anak-anaknya. Selain menitipkan bekal makan siang, sejumlah walimurid kelas rendah terlihat mengantar langsung bekal makan siang keruang kelas/ruang belajar.
Kepala SDN 2 Payakumbuh, Irnawati saat dikonfirmasi membenarkan bahwa mulai Senin 3 Februari 2025 pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dihentikan.
” Iya, untuk hari ini kita belum dapat makan siang (MBG). Sebelumnya telah ada pemberitahuan,” ucapnya.
Sementara terkait hari berikutnya, Irnawati menyebut masih menunggu dari pihak terkait atau Satuan Penyedia Penyiapan Gizi (SPPG).
” Yang jelas untuk hari ini, untuk berikutnya kita tunggu kabar atau informasi selanjutnya. Kita tidak mengetahui penyebabnya kenapa tidak ada pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) hari ini,” tambahnya.
Dengan dihentikannya pelaksanaan MBG, Irnawati menyebut pihaknya (sekolah) telah meminta peserta didik untuk kembali membawa bekal atau diantar makan siang oleh orang tua.
” Kita sudah minta anak-anak untuk membawa bekal. Tentu kita berharap program MBG ini tetap berlanjut.” Tutupnya.
Hal yang sama juga diungkapkan kepala SMP N 2 Payakumbuh (SMP Standar), Mardiyus. Ia juga membenarkan bahwa mulai hari ini (Senin) jatah atau pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 917 Pelajar disekolah dihentikan.
” Kita kemarin dapat informasi melalui WhatsApp dari teman/guru yang merupakan PIC atau penanggung jawab untuk sekolah ini, bahwa dari dapur (SPPG) untuk atau mulai hari ini dihentikan sementara dalam waktu yang belum ditentukan,” ucap Mardiyus, Senin siang 3 Februari 2025 di sekolahnya.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa, pasca menerima informasi itu, pihak sekolah segera menginformasikan kepada orangtua/walimurid untuk menyiapkan konsumsi atau makan siang bagi anak mereka.
” Setelah menerima informasi bahwa mulai Senin tidak ada lagi MBG, kita segera informasikan kepada walimurid untuk menyiapkan bekal bagi anak mereka, sebab aktivitas belajar hingga sore,” tambahnya.
Mardiyus juga menambahkan, ia juga tidak mengetahui penyebabnya program MBG yang telah terlaksana sejak tanggal 13 Januari itu bisa terhenti.
” Tidak disebutkan, cuma itu saja yang disampaikan. Tentu kita mengharapkan, karena ini sebelumnya program ujicoba. Bisa cepat kembali, sebab dalam pelaksanaan beberapa waktu lalu anak-anak (Pelajar) sangat mengharapkan program ini,” jelasnya.
PIHAK SEKOLAH MENGAKU KECEWA
Meski mengaku kecewa, Mardiyus menyebutkan bahwa pihak sekolah tetap taat dengan prosedur atau aturan
” Kalau soal kecewa, iya kecewa. Tapi bagaimanapun juga kita juga harus taat dengan prosedur dan aturan. Mudahan saja ini hanya sementara dan nantinya bisa berlanjut.” Tutupnya.
SPPG ATAU DAPUR SEPI
Sementara dari pantauan di dapur atau SPPG UD. Garuda Merah Putih di Kelurahan Payolansek Kecamatan Payakumbuh Barat tidak terlihat adanya aktivitas, ruang produksi terlihat dikunci dan lampu bagian luar juga masih menyala.
Dilokasi itu hanya terlihat beberapa orang yang tengah duduk di teras serta sejumlah petugas keamanan/security. (Edw)















