Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Dampak kabut asap yang terjadi sejak beberapa hari terakhir mulai dikeluhkan masyarakat, termasuk peserta didik atau siswa, mereka menyebut mulai merasakan sesak nafas, baik saat pagi hari maupun siang hari saat pulang sekolah. Terkait kondisi itu, siswa berharap sekolah bisa segera diliburkan.
Hal tersebut diungkapkan agar kabut asap tidak semakin menganggu aktivitas dan menjadikan siswa makin sesak nafas, sebab hingga saat ini kabut asap masih tebal sejak pagi hingga sore hari.
” Kabut asap mulai menganggu, sesak nafas mulai kami rasakan. Kami berharap sekolah segera diliburkan,”ucap Zakyo diamini Zaky, Rabu sore 16 September 2026.
Tidak hanya siswa di Kabupaten 50 Kota, keluhan kabut asap sebelumnya juga dikeluhkan sejumlah siswa di Kota Payakumbuh. Mereka menyebut kabut asap mulai berdampak pada sesak nafas, namun mereka tetap harus beraktivitas diluar rumah. Selain mulai merasakan sesak nafas/masyarakat atau warga menyebutkan jarak pandang mulai berkurang.
” Sejak awal September kabut asap makin tebal, dampak selain sesak nafas juga jarang pandang mulai berkurang,”sebut Faturahman, Siswa SMA N 1 Payakumbuh beberapa waktu lalu.
Ia berharap kedepannya kabut asap bisa berkurang, sehingga mereka bisa beraktivitas seperti biasanya.
” Semoga kedepannya kabut asap bisa berkurang, sehingga kami bisa beraktivitas seperti biasanya.”tutupnya.
Meski masih bisa melakukan aktivitas luar ruangan seperti biasanya, masyarakat mengaku tetap khawatir jika kondisi kabut asap makin tebal akan menyebabkan penyakit pernafasan. (Edw)






















