Scroll untuk baca artikel
BeritaKriminal

Jumlah Saksi Terus Bertambah, Polisi Terus Dalami Kasus Kematian Buk Guru Lidia 

×

Jumlah Saksi Terus Bertambah, Polisi Terus Dalami Kasus Kematian Buk Guru Lidia 

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos id

Penyidik Satreskrim Polres 50 Kota dan Unit Reskrim Polsek Guguak terus dalami penyebab pasti kasus dugaan kematian Buk Guru Lidia (61) ASN Pensiunan Guru yang ditemukan tidak bernyawa didepan rumahnya dengan tanda-tanda kekerasan pada Jumat pagi 19 Desember 2025 sekitar pukul 06.00 Wib.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Jumlah saksi yang berasal dari berbagai pihak juga terus bertambah, bahkan jumlah yang dimintai keterangan mencapai 27 orang, dari sebelumnya 17 orang.

Polisi menyebut terus maksimal untuk mengungkap kasus itu, sementara untuk Barang Bukti (BB) yang diamankan, masih berupa barang-barang pribadinya milik guru yang pernah bertugas di SMK N 1 Payakumbuh (SMEA Negeri) dan SMK N 1 Guguak itu.

” Iya, untuk kasus dugaan pembunuhan Buk Guru Lidia, sudah 27 saksi yang kita periksa, kita juga masih terus dalami kasus ini,”sebut Kapolres 50 Kota, AKBP. Syaiful Wachid didampingi Kasat Reskrim, AKP. Repaldi dan sejumlah PJU saat Konferensi Pers akhir tahun di Mapolres 50 Kota, Rabu 31 Desember 2025 di ruang Humas.

Meski menyebut jumlah saksi yang dimintai keterangan terus bertambah, Kapolres tidak menyebut atau merinci siapa saja saksi tersebut. Ia tetap  dukungan dari masyarakat agar kasus itu bisa segera diungkap.

” Mohon terus doanya dari masyarakat agar kasus ini bisa kami ungkap.”pintanya diamini Kasat Reskrim.

Sebelumnya diberitakan, korban yang beralamat di Jorong VII Koto Talago Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh ditemukan tidak bernyawa dengan sejumlah tanda-tanda kekerasan ditubuhnya.

Korban Lidia, pertama kali ditemukan oleh sepupunya didepan rumah korban, selanjutnya diinformasikan kepada suami korban, warga sekitar, hingga dilaporkan kepada pihak kepolisian. Mendapatkan informasi itu, anggota Polsek Guguak langsung mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

” Iya, memang ada laporan tadi pagi ke Mapolsek sekitar pukul 06.30 Wib, setelah menerima laporan dari anak korban bernama Adif, kita langsung ke TKP,” Ucap Kapolres 50 Kota, AKBP. Syaiful Wachid melalui Kapolsek Guguak, AKP. Doni Pramadona didampingi Kasat Reskrim, IPTU. Repaldi, Jumat siang 19 Desember 2025.

AKP. Doni menambahkan, jasad korban telah dibawa ke Kota Padang untuk dilakukan autopsi di RS Bhayangkara.

” Jasad korban telah dibawa ke Padang untuk dilakukan autopsi,”tambahnya.

Saat kejadian, korban Lidia pergi sholat Shubuh ke Mesjid Raya Talago belakangan, sementara suaminya dan sepupu korban pergi terlebih dahulu.

” Dari keterangan sementara, keterangan awal yang kita dapat, suami korban pergi sholat shubuh, sedangkan korban Lidia pergi belakangan termasuk sepupu korban. Saat pulang, suami korban melihat lampu padam dan skring jatuh, setelah dinyalakan, ia (suami) korban menyalakan TV. Tubuh korban pertama kami ditemukan oleh sepupu korban yang pulang sholat shubuh,”ucapnya.

Dari pemeriksaan sementara, tidak ada harta benda korban yang hilang.

PGRI DUKUNG POLISI SEGERA UNGKAP MISTERI PENYEBAB KEMATIAN BUK GURU LIDIA

Dukungan kepada Polisi untuk segera mengungkap penyebab kematian Buk Guru Lidia, terus berdatangan, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Limapuluh Kota, Indrawati Munir berharap dan mendukung Polisi bisa segera mengungkap dan menangkap pelaku yang tega menghabisi nyawa korban.

” Sebagai ketua dan segenap pengurus PGRI Kabupaten kami sangat berharap kepada kepolisian/aparat mengusut orang yang membunuh ibuk Lili (Lidia.red),”ucap Indrawati baru-baru ini.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menyebut kematian rekan mereka itu tak wajar.

” Kami menilai kematian korban tidak wajar, kami sangat mendukung pihak kepolisian untuk segera mengungkap misteri ini.”tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *