Ditulis oleh: Bang Dho
LIMAPULUH KOTA, Dekadepos. id
Setelah lebih dari delapan bulan menakhodai pemerintahan, pasangan Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha akhirnya akan melakukan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas pada Jumat (31/10/2025).
Pelantikan ini menjadi momen yang sudah lama ditunggu banyak pihak. Pasalnya, sejak resmi dilantik sebagai pasangan kepala daerah pada 20 Februari 2025, duet “Sakato” ini belum melakukan rotasi maupun mutasi jabatan, sesuatu yang cukup berbeda dibandingkan daerah lain di Sumatera Barat yang lebih cepat melakukan penyegaran birokrasi.
Kini publik mulai menebak-nebak, siapa sosok pejabat pilihan Sakato yang akan menempati posisi strategis di pemerintahan. Menariknya, informasi yang beredar menyebutkan pelantikan tersebut akan dilangsungkan di Lapangan Taram, di tengah hamparan perkebunan warga lokasi yang jarang digunakan untuk pelantikan pejabat daerah.
Pertanyaannya, Siapa pejabat pilihan Sakato yang akan memegang peran penting di periode baru pemerintahan ini? Nama-nama mulai beredar di ruang publik, namun tak satu pun mendapat konfirmasi resmi.
Dalam perbincangan santai dengan Bupati H. Safni, penulis mencoba menelusuri alasan di balik rotasi yang dinilai cukup lama ini. Safni menyebut bahwa setiap pejabat yang akan dilantik harus melalui proses yang matang sesuai prosedur dan penilaian job fit.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Selama beberapa bulan ini kami menilai dan memantau langsung kinerja masing-masing. Kami ingin memastikan bahwa yang diberi amanah nanti benar-benar siap berlari kencang, bahkan ‘makan sambil berlari’ untuk memajukan daerah,” ungkap Bupati H. Safni.
Ia menegaskan, rotasi dan mutasi kali ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya pembenahan sistem kerja birokrasi agar lebih produktif dan bebas dari intervensi kepentingan pribadi.
“Kami pastikan tidak ada pejabat titipan, tidak ada jual beli jabatan. Kami hanya ingin orang-orang yang punya kemauan kuat untuk bekerja keras, loyal, dan punya semangat berinovasi,” tegasnya.
Menurut Bupati, keputusan menunda rotasi hingga delapan bulan bukan tanpa alasan. Ia ingin memberi waktu cukup bagi setiap kepala perangkat daerah untuk menunjukkan performa, inisiatif, dan komitmen mereka. Dari situ, pemerintah benar-benar bisa menilai siapa yang pantas dipertahankan dan siapa yang perlu diganti.
Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk kehati-hatian pemerintahan Sakato dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan pendekatan selektif, Safni ingin memastikan bahwa pejabat yang dipilih nanti selaras dengan visi misi daerah serta program prioritas nasional.
Kini, semua mata tertuju pada Jumat, 31 Oktober 2025. Siapa nama-nama yang akan muncul dalam rotasi perdana ini? Jawabannya akan terungkap di Lapangan Taram besok dan siapapun yang dipercaya, harapan publik tetap sama, semoga mereka mampu membantu kepala daerah mewujudkan Limapuluh Kota yang Maju, Sejahtera dan Bermartabat, Semoga! ***
Jumat! Rotasi Perdana Digelar, Siapa Pejabat Pilihan “Sakato”?















