Scroll untuk baca artikel
Berita

Jelang Ramadhan, Pedagang Pengumpul Mulai Stok Buah Kolang Kaling

×

Jelang Ramadhan, Pedagang Pengumpul Mulai Stok Buah Kolang Kaling

Sebarkan artikel ini
Rina, Pedagang Pengumpul Buah Kolang Kaling di Jorong Kayu Tanam Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota Tengah Mengeluarkan Isi Buah Kolang Kaling Setelah Proses Rebus.
Rina, Pedagang Pengumpul Buah Kolang Kaling di Jorong Kayu Tanam Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota Tengah Mengeluarkan Isi Buah Kolang Kaling Setelah Proses Rebus.

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Jelang Ramadhan 1446 H tahun 2025, pedagang pengumpul Buah Kolang Kaling (buah Tab) mulai menyetok buah yang berasal dari pohon aren atau enau, sebab saat Ramadhan nanti, permintaan terhadap buah yang banyak dijual untuk kebutuhan kolak, es dan berbagai makanan itu meningkat jika dibandingkan hari-hari biasanya. Bahkan peningkatan permintaan naik hampir 200 persen.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Untuk memenuhi permintaan konsumen  itu, sejumlah pedagang pengumpul terkadang harus membeli kebanyak tempat dari petani yang ada, termasuk petani dadakan. Sebab jika hanya mengandalkan dari petani setempat, tidak akan mampu memenuhi permintaan.

Selain meningkatkan, permintaan buah kolang Kaling, harga jual juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya mencapai Rp. 7000 perkilogram, saat ini mencapai Rp. 8000 hingga Rp. 9000 perkilonya. Bahkan saat Ramadhan nanti, diperkirakan akan naik hingga mencapai Rp. 15000.

” Iya, kita sudah mulai menyetok buah kolang Kaling. Ini kita lakukan satu bulan sebelum Ramadhan, sebab saat Ramadhan banyak permintaan,” sebut Rina, Pedagang Pengumpul Buah Kolang Kaling di Jorong Kayu Tanam Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu siang 15 Februari 2025.

Lebih Rina menjelaskan, untuk memenuhi permintaan yang meningkat itu, ia juga membeli dari petani sekitar maupun dari pedagang dadakan yang muncul jelang Ramadhan. Sebab jika tidak, ia tidak akan mampu memenuhi permintaan yang biasanya mencapai 5 Ton perminggu.

” Permintaan buah kolang-kaling dihari biasanya hanya mencapai 2,5 ton perminggu, namun jelang Ramadhan dan saat Ramadhan bisa mencapai 5 ton. Sehingga kami harus membeli dari petani sekitar dan pedagang dadakan,” jelasnya.

Rina juga menambahkan, selain naiknya permintaan buah kolang-kaling jelang dan selama Ramadhan, juga dibarengi dengan naiknya harga jual. Bahkan bisa mencapai Rp. 15000.

” Naiknya permintaan biasanya juga dibarengi dengan naiknya harga jual buah kolang Kaling. Jika sebelumnya hanya mencapai Rp. 7000 perkilogram, saat ini mencapai Rp. 8000 hingga Rp. 9000. Bahkan nanti bisa mencapai Rp. 15.000,” tambahnya.

Sementara untuk penjualan, tidak saja untuk memenuhi kebutuhan di Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dan berbagai daerah lainnya di Sumatera Barat, namun juga untuk dikirim ke beberapa Provinsi, diantaranya ke Pekanbaru Riau, Jambi dan Pulau Jawa.

” Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah, kita biasanya juga menjual (mengirim) ke luar Sumatera Barat, diantaranya ke Riau, Jambi hingga Pulau Jawa.” Tutup Rina. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *