Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Upaya pencarian terhadap Mak Arus (57) warga Jorong Lubuak Koto Nagari Sialang Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota yang dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Batang Kapur pada Minggu 28 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 Wib, akhirnya membuahkan hasil.
Mak Arus kelahiran Galugua itu, ditemukan tidak bernyawa sehari setelah ia hilang atau pada Senin pagi 29 Desember 2025 sekitar pukul 09.00 Wib. Ia ditemukan di aliran Baran Kapur Nagari Durian Tinggi.
Setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi oleh Tim SAR dan dibantu masyarakat, TNI, Polri dan banyak lainnya.
” Iya, Alhamdulillah jasad Mak Arus telah ditemukan oleh Tim SAR dan TNI, Polri, BPBD dan Masyarakat, ia sebelumnya dilaporkan hilang/terbawa arus Batang Kapur di Jorong Ronah Bengkek Kenagarian Sialang Kecamatan Kapur IX pada Minggu 28 Desember 2025,”ucap Kapolres 50 Kota, AKBP. Syaiful Wachid melalui Kapolsek Kapur IX, AKP. Yusmedi, Senin pagi, 29 Desember 2025.
Mantan Kapolsek Suliki itu menjelaskan awal penemuan jasad Mak Arus, Tim evakuasi terdiri dari Basarnas dan BPBD serta relawan Nagari Sialang berangkat dari posko di Pantai Lubna Nagari Sialang sekira pukul 08.10 wib menggunakan 2 buah perahu karet untuk menyisir sungai batang kapur, setibanya di aliran sungai batang Kapur Jorong Cinta Maju Nagari Durian Tinggi sekira pukul 08.46 wib tim penyisir menemukan korban hanyut
” Tim menemukan jasad Mak Arus tergeletak di pinggiran sungai batang Kapur, selanjutnya tim menjemput ke Jorong Cinta Maju Nagari Durian Tinggi menggunakan ambulance Nagari Sialang untuk autopsi di Puskesmas sialang setelah itu pukul 09.45 wib korban dibawa kerumah duka,”tambahnya.
Ia juga mengatakan, pasca dievakuasi, jenazah Mak Arus dibawa ke Puskesmas Sialang untuk dilakukan autopsi luar.
” Untuk jenazah sudah dibawa ke Puskesmas Sialang untuk dilakukan autopsi luar,”tambahnya.
Menurut AKP. Yusmedi, kejadian berawal ketika saksi bernama Yurdanis melihat korban seperti kebingungan di tepi Sungai Batang Kapur hendak menyeberangi sungai lalu saksi melarang korban agar tidak mendekati sungai karena arus deras, namun korban tidak menghiraukan dan tetap lanjut menyeberangi sungai, pada saat menyeberang korban terlihat dalam keadaan sudah lemas sehingga hanyut terbawa arus sungai sehingga saksi bersama dengan Wali Nagari Sialang dan warga sekitar berusaha untuk mengejar dan menyelamatkan korban namun korban tidak ditemukan.
” Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga/saksi, korban diketahui hendak menyeberang sungai, meski sempat dilarang warga karena arus deras, io ban tetap memaksa, hingga ia hilang terbawa arus. Untuk pencarian hari Minggu dilakukan banyak pihak hingga pukul 19.00 Wib, namun korban masih belum juga ditemukan sehingga pihak perangkat Nagari Sialang telah membuat posko pencarian di dekat sungai Batang Kapur.”tutupnya. (Edw)















