Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Tingkatkan pengetahuan jurnalis terhadap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota gelar pelatihan Wartawan Peduli Bencana. Kegiatan digelar Jumat pagi 12 Desember 2025 di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota di Ex. Kantor Bupati Limapuluh Kota di pusat Kota Payakumbuh jalan Jenderal Sudirman.
Pelatihan yang menghadirkan dua narasumber tersebut diikuti belasan wartawan media cetak, online dan elektronik di Luak Limapuluh (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota). Selian memperkaya pengetahuan jurnalis terhadap bencana dalam reportase berita, kegiatan yang digelar untuk terus memperkuat hubungan kemitraan dengan BPBD.
” Kegiatan ini, mengenalkan apa itu bencana, sekaligus untuk tingkatkan kerjasama dengan BPBD dalam hubungan untuk mengabarkan bencana yang sedang terjadi,”sebut plh
t. Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota diwakili Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Hari Wiryatama Arya saat memberikan sambutan.
Ia juga mengatakan, kegiatan yang digelar dapat memperkaya sudut pandang jurnalis/wartawan dalam reportase kebencanaan.
” Kita berharap pelatihan ini meningkatkan pengetahuan sehingga memperkaya sudut pandang dalam reportase kebencanaan, semoga berdampak positif kedepannya.”tutupnya.
Sementara Narasumber pelatihan itu, M. Rinaldi Yulianto menyebut bahwa hampir 90 persen dari bencana yang terjadi diawali dengan peringatan dini.
” Peringatan dini mengenai bencana merupakan langkah strategis karena Indonesia merupakan kawasan rawan bencana alam. Bencana diawali dengan peringatan dini, hampir 90 persen bencana,”ucapnya.
Ia juga menyebut, kita (masyarakat) dapat mengetahui peringatan dini dari prakiraan cuaca.
” Kita dapat peringatan dini bencana dari prakiraan cuaca. Daerah kita (koto tinggi) berada di patahan semangko.”tambahnya.
Rinaldi juga menyebut bahwa peran wartawan/media dalam informasi kebencanaan sangat penting untuk memberikan informasi dan penyadaran terkait informasi bencana kepasa masyarakat.
” Peran media bukan hanya dalam menginformasikan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, tapi peran yang paling penting adalah media mempersiapkan kondisi terburuk saat bencana dalam penyiaran berita dan informasi kepada masyarakat.
Sesar Semangko membentang di sepanjang Pulau Sumatra dan membentuk pegunungan di sisi barat, dengan banyak patahan aktif lainnya di sekitarnya yang memicu gempa di wilayah Sumatra Barat, termasuk sekitar Payakumbuh/Lima Puluh Kota.
Selain M. Rinaldi yang juga Fasilitator BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, pelatihan Wartawan itu juga hadirkan Narasumber lainnya. (Edw)















