BeritaKesehatanPemerintahanPolitik

Ade Rezki: Bersama Kita Wujudkan Indonesia Emas 2045

×

Ade Rezki: Bersama Kita Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id –Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, dalam kegiatan sosialisasi program Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana bersama masyarakat Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (26/10) menyatakan kegiatan ini sangat penting dilakukan.

Persoalan Kependudukan dan Keluarga Berencana, ujar Ade Rezki, sangat bersentuhan dengan perencanaan keluarga sebagai landasan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dikatakan Ade Rezki, pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia harus diintegrasikan melalui kebijakan perencanaan keluarga. Artinya, program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana adalah program prioritas nasional yang menjadi kebijakan bagi Pemerintahan Pusat sampai ke Pemerintahan  Provinsi dan Pemerintahan Daerah.

Lebih jauh Ade Rezki menjelaskan, untuk mendukung berjalannya program  Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana secara baik, maka program tersebut diperkuat dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

“Jika keluarga terencana, dan gizinya terjamin oleh negara, maka masyarakat benar-benar siap mencetak generasi yang berkualitas dan kompetitif untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi program pembangunan kependudukan dan  keluarga berencana yang dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat, Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si, Forkopimca Kecamatan Mungka dan keder posyandu itu, juga disinggung tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan remaja dan juga penguatan kesejahteraan keluarga serta mendorong program Gerakan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga untuk memberdayakan ekonomi keluarga, sekaligus mendukung program pembinaan untuk warga lanjut usia (Lansia) untuk memastikan penduduk lanjut usia tetap produktif, sehat, dan berdaya guna serta program stanting.

” Mengatasi terjadinya stunting adalah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Dampak stunting tidak hanya pada fisik tetapi juga mengganggu perkembangan otak, kecerdasan, dan meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa dewasa. Usaha <span;>pencegahan stunting erat kaitannya dengan perencanaan keluarga yang baik, pola asuh yang benar, perbaikan sanitasi, dan pemenuhan gizi yang cukup sejak masa kehamilan,” ujar Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si.

Diakhir penyampaiannya, Ade Rezki juga menyinggung masalah ODGJ  masalah yang harus mendapat perhatian keluarga. Peran keluarga menjadi sangat penting untuk mengantisipasi terjangkitnya ODGJ.

” Jangan ada keluarga yang terjangkit ODGJ diasingkan apalagi dipasung dan peranan pembangunan keluarga harus dijalani sejak dini.” harap Ade Rezki. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *