Payakumbuh, Dekadepos.id
Turunnya harga jual pupuk bersubsidi sejak 20 Oktober lalu, disambut positif petani yang ada di berbagai Kecamatan di Kota Payakumbuh, menurut petani, turunnya harga pupuk akan berdampak pada biaya produksi, apalagi bagi petani yang membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak.
Penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ini mencapai 20 persen dan mencakup beberapa jenis pupuk seperti Urea, NPK, ZA, serta pupuk organik. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu peningkatan ekonomi masyarakat, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebab selama ini, biaya pembelian pupuk menjadi salah satu beban utama dalam proses produksi pertanian, sebab tanaman akan berdampak pada buah dan pertumbuhan jika tidak diberi pupuk.
” Iya, Alhamdulillah turunnya harga pupuk bersubsidi tentu membantu/berdampak pada biaya produksi, apalagi bagi kami yang kerap membeli pupuk dalam jumlah banyak, kami sangat bersyukur karena membantu masyarakat,”ucap Rina, petani padi di Kelurahan Balai Jariang Aia Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur baru-baru ini.
Ia juga mengatakan, selama ini ia membeli pupuk bersubsidi jenis urea, Ponska dengan harga mencapai Rp. 135.000 /karung ukuran 50 Kilogram.
” Kami pakai pupuk Ponska, urea dengan harga beli per karung ukuran 50 Kg seharga Rp. 135.000, Alhamdulillah untuk mendapatkannya tidak susah,”tambahnya.
Rina juga apresiasi berbagai program Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat, terutama para petani. Sebab pert tahunnya ia bisa menghabiskan 20 karung pupuk untuk lahan padinya.
” Sekitar 20 karung bisa habis tiap tahunnya.”tutupnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Eri, petani di Kelurahan yang sama. Menurutnya petani sangat senang/gembira dengan turunnya harga pupuk bersubsidi.
” Tentu kami (petani) senang dengan turunnya harga pupuk bersubsidi, kami berharap tidak hanya harga pupuk yang turun, kalau bisa juga pestisida,”ujarnya.
Selain berharap harga pestisida nantinya turun, Eri juga berharap harga jual padi/gabah kedepannya bisa stabil.
” Kalau bisa harga jual padi/gabah bisa tinggi/stabil sehingga kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.”harapnya.
Berdasarkan data terbaru, harga pupuk Urea kini turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per karung isi 50 kilogram.
Sedangkan pupuk NPK turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per karung, dan pupuk organik kini dijual Rp640 per kilogram dari harga semula Rp800.
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi petani, sehingga hasil panen menjadi lebih menguntungkan. Selain di Kota Payakumbuh, masyarakat petani di Kabupaten Lima Puluh Kota juga turut merasakan manfaat langsung dari kebijakan penurunan harga pupuk tersebut.
Para petani berharap pemerintah terus melanjutkan berbagai program pro-rakyat yang nyata dirasakan oleh masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. (Edw)















