Payakumbuh, Dekadepos.id
Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Daerah menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak memiliki uang yang cukup untuk membangun tempat Relokasi bagi ratusan pedagang yang jadi korban kebakaran di Pusat Pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh beberapa waktu lalu.
Saat ini menurut Rida, Pemerintah Daerah hanya mempunyai dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp. 788 juta, sementara biaya pembangunan untuk tempat relokasi ditiga titik cukup besar, sehingga dana atau bantuan dari berbagai pihak yang diterima di Posko Bencana Kebakaran Pasar Payakumbuh, dan telah diserahkan ke BAZNAS Kota Payakumbuh mencapai Rp.800 juta direncanakan akan dipergunakan untuk membuat tempat relokasi.
” Iya, dana Belanja Tidak Terduga (BTT) kita hanya Rp. 788 juta, sementara untuk membangun tempat Relokasi pedagang korban kebakaran pasar Payakumbuh tidak cukup dana itu, kita rencanakan akan menggunakan uang sumbangan yang telah diterima,” ucap Rida Ananda, Senin pagi 8 September 2025 dihadapan anggota DPR-RI, Andre Rosiade dan Staf Kementrian ATR/BPN, Rezka Oktoberia yang melakukan kunjungan ke Posko dan Lokasi Kebakaran.
Lebih jauh Rida menjelaskan, kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu bersama pada 552 perak toko, lapak dan Palung di Pusat Pertokoan Blok Barat, kerugian dari bencana itu diperkirakan mencapai Rp. 115 M.
” Ada sekitar 552 tok, lapak dan Palung yang terdampak kebakaran dengan kerugian sekitar Rp. 115 M. Kita siap beberapa tempat relokasi,”tambahnya
HALAMAN EKS. KANTOR BUPATI DISETUJUI JADI TEMPAT RELOKASI
Sementara terkait tempat yang akan dijadikan relokasi pedagang korban kebakaran, selain tiga titik (Jalan Sutan Usman atau Pasar Pabukoan, Ex. Terminal belakang Pusat kota serta di Jalan Arisun Pasar Kaget) pedagang juga akan direlokasi ke eks. Kantor Bupati Limapuluh Kota di Jalan Jenderal Sudirman Pusat Kota.
” Untuk tempat relokasi di Eks. Halaman Kantor Bupati Limapuluh Kota telah disetujui secara lisan oleh Bapak Bupati.” Tutup Rida. (Edw)















