PAYAKUMBUH, Dekadepos.id – Gerak cepat Pemko Payakumbuh menyiapkan relokasi atau tempat penampungan sementara bagi ratusan pedagang korban bencana kebakaran di pusat pertokoan Blok Barat Pasar Payakumbuh mendapat dukungan dari seorang tokoh masyarakat Kota Payakumbuh.
Menurut Haji Desra, masalah penanganan musibah kebakaran yang menimpa pedagang pasar Payakumbuh memang harus segera diatasi karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Terkait rencana relokasi pedagang yang kini mulai disiapkan oleh Pemko Payakumbuh yakni di Jalan Sutan Usman, tepat di samping Rumah Makan Asia Baru, di belakang Pos Kota Polres Payakumbuh dan di Jalan Arisun kawasan tengah pasar tentunya harus diwaspadai kemungkinan terjadinya konflik, ” ujar Haji Desra mengingatkan.
Haji Desra berpandangan, terkait relokasi terhadap pedagang korban kebakaran sebaiknya Pemerintah Kota Payakumbuh dan pedagang seiring sejalan untuk mencari solusi terbaik.
” Untuk relokasi atau penampungan sementara yang akan ditempati oleh pedagang korban kebakaran tentu lokasinya yang layak, aman dan tidak menganggu pedagang lainnya. Artinya jangan membuat penampungan di depan toko orang lain, sehingga berdampak negatif kepada aktivitas jual beli pedagang,” ungkap Haji Desra.
Haji Desra menyebut, banyak toko yang kosong di lantai 2 pusat pertokoan Blok Timur dan Pasar Ibuh, kenapa tidak dimanfaatkan karena persoalan relokasi ini harus tuntas dalam pada waktu sesingkat singkatnya.
” Sekali lagi kita diingatkan, untuk meminalisir terjadi konflik dikemudian hari pasca relokasi, Pemko Payakumbuh harus melakukan dialog dengan tokoh masyarakat yang paham dan menguasai persoalan pasar Kota Payakumbuh. Artinya, pemerintah jangan berjalan dengan pola pikirnya sendiri tanpa melibatkan kearifan lokal yang ada,” ujar Haji Desra mewanti-wanti.
Diakhir wawancara tokoh pengusaha yang telah banyak berkontribusi untuk pembangunan daerah termasuk berinvestasi terhadap pembangunan pertokoan di Pasar Payakumbuh itu, mengimbau pedagang korban kebakaran untuk tabah dan berlapang dada menerima musibah yang telah diberikan Allah SWT
” Kemudian terkait polemik penyebab terjadinya kebakaran yang muncul simpang siur di tengah masyarakat, sebaiknya kita serahkan kepada pihak berwajib untuk menanganinya. Apalagi tim inafis dan labfor sudah turun ke lapangan menangani kasus kebakaran ini. Yang penting, pasca kebakaran cari solusi yang tepat tanpa menimbulkan masalah baru terutama tempat relokasi para pedagang yang terkena musibah,” pungkas Haji Desra.
Seperti diketahui, Kamis 28 Agustus 2025 persisnya tiga hari setelah terjadinya kebakaran Pemerintah Kota Payakumbuh mulai melakukan penataan lokasi relokasi bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, didampingi Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung meninjau sekaligus melakukan pengukuran lokasi relokasi.
Berdasarkan data sementara, terdapat 262 toko, 48 kios, serta 237 palung dan lapak pedagang kaki lima yang terdampak musibah tersebut. Untuk menampung para pedagang, Pemko menyiapkan 120 unit lokasi relokasi di sepanjang Jalan Sutan Usman.
Adapun sisanya akan ditempatkan di kawasan eks terminal Sago mulai dari belakang Pos Kota hingga ke arah Nunang dan <span;>di Jalan Arisun.
“Untuk Jalan Sutan Usman, berdasarkan hitungan bisa dibangun sekitar 120 unit kios dengan ukuran 2 meter x 2,5 meter. Di belakang Pos Kota sekitar 48 unit kios, dengan ukuran yang sama. Sedangkan di sepanjang Jalan Arisun bisa menampung sekitar 40 hingga 50 unit kios. Lokasi di Arisun memanfaatkan badan jalan, akses pejalan kaki tetap ada, namun kendaraan roda empat sudah tidak bisa lagi,” ungkap Kadis PUPR Payakumbuh Muslim.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pembangunan kios penampungan menggunakan konstruksi baja ringan dengan dinding multipleks.
Terkait anggaran, Muslim menyebutkan pembangunan kios darurat ini akan menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) dari APBD, serta kemungkinan ada bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Untuk estimasi biaya untuk satu unit kios mencapai Rp12 juta. “Kalau sekitar 200 unit saja, totalnya sudah Rp2,4 miliar. Itu belum termasuk tambahan untuk penyesuaian lokasi maupun fasilitas pendukung,” ujarnya.
Mengenai waktu pelaksanaan, Muslim menegaskan pihaknya akan segera memulai pekerjaan setelah administrasi dan pergeseran anggaran ke OPD terkait selesai dilakukan.
“Hari ini perencanaan desain sudah kita matangkan. Begitu final, langsung kita laksanakan. Intinya secepatnya agar pedagang tidak terlalu lama kehilangan tempat berjualan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menegaskan bahwa pembagian kios penampungan akan dilakukan dengan prinsip keadilan.
“Terkait penempatan, kemungkinan akan dilakukan secara acak atau loting. Tidak ada pilih kasih, semua pedagang yang menjadi korban kebakaran akan mendapat hak yang sama,” jelasnya.
Rida juga memastikan, pembangunan kios tidak akan terlalu mengganggu aktivitas lain di sekitar lokasi.
“Untuk Jalan Sutan Usman, kios akan membelah jalan, tapi lalu lintas kendaraan tetap bisa lewat. Hanya saja, parkir di lokasi itu tidak bisa lagi. Yang jelas, pengerjaan akan berjalan paralel dengan penyelesaian administrasi keuangan, jadi tidak akan ditunda,” ujarnya.
Ia berharap, dengan adanya kios sementara ini, pedagang bisa kembali bangkit pasca kehilangan tempat usahanya.
“Kami ingin para pedagang tetap punya penghidupan, bisa berjualan kembali, memperoleh penghasilan, dan perlahan ekonomi mereka pulih,” pungkasnya. (DS)















