Scroll untuk baca artikel
Kriminal

Jalani Pemeriksaan, Pelaku Aborsi Ngaku Kenal Selingkuhan di Warung Bakso 

×

Jalani Pemeriksaan, Pelaku Aborsi Ngaku Kenal Selingkuhan di Warung Bakso 

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

RA ( 36) Guru Honorer yang baru lulus sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja atau Pegawai P3K di Kabupaten Limapuluh Kota yang telah ditetapkan Penyidik Satreskrim Polres 50 Kota sebagai tersangka dalam kasus dugaan Aborsi, mengaku mengenal pria berinisial F, Warga Kecamatan Mungka disebuah warung Bakso hingga berujung perselingkuhan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tidak hanya berselingkuh, hubungan terlarang RA yang masih terikat pernikahan sah itu membuahkan hasil, ia hamil anak dari pria berinisial F yang dikenal diwarung Bakso. Namun kini, RA hanya bisa meratapi nasib, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena membunuh darah dagingnya sendiri, sementara F kabur entah kemana.

Hal tersebut diungkapkan tersangka RA kepada penyidik Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres 50 Kota saat menjalani pemeriksaan lanjutan Kamis sore 24 April 2025.

” Kenal/bertemu FA di warung Bakso di Kecamatan Guguak hanya satu kali, setelah itu ia meminta Instagram saat saya akan pulang, hingga kami berkomunikasi,” ucap RA.

” Kak, apa Ig atau Instagram.” Ujar RA menirukan ucapan F.

Kembali ke kandungan RA, ia menyebutkan melahirkan di Kamar Mandi / WC dirumahnya. Ia diduga melahirkan Shubuh 23 April 2025 karena mengeluh sakit perut semalam da ia juga mengaku tidak bisa tidur.

” Saat dirumah, saya sakit perut semalaman dan saya ke WC. Saya panggil dan bangunkan suami. Saya bertanya kepada suami bagaimana lagi caranya sebab anak telah keluar, Hingga akhirnya anak dikuburkan,” aku RA yang menyebut berselingkuh dengan RA karena kesal motornya digadaikan oleh sang suami.

Saat bayi hasil hubungan gelap itu lahir, RA menyebut tidak ada tangis ataupun tanda-tanda bergerak, meski ia coba menyiram.

” Iya, ada berbentuk manusia, ada tangan tapi tidak bergerak meski saya siram. Itu memang anak dari hasil perselingkuhan dengan pria berinisial F yang baru tiga bulan saya kenal pasca suami pergi ke Jakarta,” tambah RA.

RA yang melahirkan anaknya pada Rabu Shubuh 23 April 2025, menyebutkan mengubur jasad itu sore harinya sekitar pukul 17.00 Wib.

” Saya kubur sekitar pukul 17.00 Wib atau jam 5 sore,” jelasnya.

TERUNGKAP KARENA KERESAHAN MASYARAKAT

Terungkapnya perbuatan yang dilakukannya seorang guru itu berawal dari keresahan warga atau masyarakat sekitar, hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak Kepolisian.

” Kita dapat laporan atau informasi dari masyarakat terkait keresahan karena kecurigaan terhadap RA. Untuk antisipasi aksi massa, kita bawa dan minta keterangan RA di Mapolsek Guguak. Dari pemeriksaan, ia mengakui perbuatannya. Bahkan kuburan tersebut masih kita jaga hingga nanti pelaksanaan Ekshumasi,” ucap Kapolsek Guguak,” AKP. Doni Prama Dona melalui Kanit Reskrim, BRIPKA. Eko Lesmana, Kamis siang 24 April 2025 dilokasi penguburan bayi di Jorong Kubang Tungkek Nagari Guguak.

Ekshumasi adalah proses penggalian mayat dari kuburnya yang dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan medis forensik, biasanya karena ada kecurigaan kematian tidak wajar.

Sementara Kapolres 50 Kota, AKBP. Syaiful Wachid melalui Kasat Reskrim menyebutkan nantinya akan dilakukan Ekshumasi.

” Awal terungkapnya kasus ini karena kecurigaan masyarakat yang melihat tersangka RA menguburkan bayi yang tidak jauh dari rumahnya. Untuk kuburan nanti akan dilakukan Ekshumasi. Dari keterangan tersangka usia bayi 5 hingga 6 bulan,” ucap IPTU. Repaldi didampingi Kanit PPA, AIPDA. Ali Usman, Kamis sore 24 April 2025 di Mapolres 50 Kota.

Lebih jauh Kasat Reskrim menyebutkan, terkait keterlibatan pihak lainnya, masih dalam penyelidikan.

” Untuk keterlibatan pihak lain dalam perkara ini, masih dalam penyelidikan.” Tutupnya.

Informasi yang beredar juga menyebut bahwa upaya tersangka RA untuk membunuh darah daging hasil perselingkuhannya dilakukan diawal kehamilan. Ia berusaha mengugurkan kandungan dengan mengkonsumsi berbagai obat, termasuk ragi. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *