Agam, Dekadepos.id
Launching Al-Izhar Business & Training Center di Kabupaten Agam pada Minggu 17 November 2024 menjadi momen penting dengan hadirnya Rocky Gerung sebagai pembicara utama. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh-tokoh terkemuka seperti Dr. Novi Irwan, M.M., dan Prof. Dr. Elfindri yang memberikan orasi ilmiah untuk memotivasi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dr. Novi Irwan, M.M., Anggota DPRD Kabupaten Agam sekaligus Pembina Yayasan Islam Kampus Cendekia (YIKC) dan Al Izhar Boarding School, saat memberikan sambutan menekankan pentingnya motivasi bagi siswa untuk terus berkembang.
“Kami berharap kehadiran Rocky Gerung dapat menjadi inspirasi bagi siswa Al Izhar untuk menjadi pribadi yang mandiri, termasuk dalam dunia politik di masa depan,” ujar Novi.
Ia juga berharap generasi muda, khususnya alumni Al Izhar, mampu menjadi politisi yang berdikari tanpa bergantung pada proyek-proyek politik.
Sementara, itu, Prof. Dr. Elfindri, Guru Besar Ekonomi Universitas Andalas dan Pembina YIKC, menyoroti kekurangan talenta anak bangsa dalam mengeksekusi ide-ide brilian menjadi aksi nyata. Ia mengingatkan bahwa tanpa keberanian bertindak, angka pengangguran di Indonesia akan terus meningkat.
“ Banyak anak belum mendapat pendidikan memadai, ditambah asupan gizi yang buruk, yang berdampak pada kualitas generasi mendatang,” jelasnya.
Sebagai solusi, ia mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis kearifan lokal Minangkabau untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
Rocky Gerung, Pengamat politik sekaligus Ketua Tumbuh Institute, dalam orasinya membandingkan dinamika kehidupan di Jakarta dengan filosofi Nagari di Minangkabau.
Menurutnya, nagari merupakan “planet kecil” yang menghadirkan kedamaian serta membangun kebiasaan baru di tengah hiruk-pikuk politik nasional.
“Ketika NKRI terasa sesak, nagari menjadi tempat untuk mencari makna hidup dan kedamaian,” ungkap Rocky.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial.
Dalam prinsip kepemimpinan, Rocky menekankan bahwa dunia saat ini membutuhkan partnership atau kerja sama kooperatif, bukan sekadar leadership. Ia mengkritisi fenomena democratic fatigue yang menurutnya dialami pemerintah saat ini, serta beberapa kebijakan yang dianggap merugikan Indonesia. Salah satu contohnya adalah aliran dana CSR perusahaan di Papua dan Kalimantan yang dialihkan ke Solo karena tekanan politik.
“Apakah ini strategi CSR yang bersifat ‘fufufafa’? Saya juga tidak tahu,” sindir Rocky.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh pembicara sepakat bahwa generasi muda harus didorong untuk berani bertindak, memanfaatkan potensi lokal, dan membangun kepemimpinan berbasis kerja sama. Al-Izhar Business & Training Center diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka, baik di bidang pendidikan, kewirausahaan, maupun politik.
Acara ini tidak hanya menjadi momen peluncuran, tetapi juga ruang diskusi untuk menciptakan perubahan yang signifikan di Kabupaten Agam dan Indonesia secara umum. (Arm)















