Payakumbuh, Dekadepos.id
Masyarakat di Kelurahan Koto Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat, terus memaksimalkan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Upaya ini dilakukan pasca ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Provinsi Sumatera Barat di Kelurahan Padang Karambia, Kecamatan Payakumbuh Selatan, beberapa tahun lalu.
Camat Payakumbuh Barat, Ul Fakhri, Senin 1 September 2025 mengatakan, sampah yang dihasilkan masyarakat dari 17 kelurahan di wilayah itu mencapai sekitar 40 ton per hari. Untuk mengantisipasi penumpukan seperti yang pernah terjadi sebelumnya, masyarakat bersama pemerintah kelurahan dan petugas kebersihan melakukan pemilahan sampah langsung di TPS 3R.
“Sampah organik seperti sisa sayuran dan makanan diolah menjadi pupuk kompos untuk pertanian warga, sementara sampah plastik bernilai ekonomis dijual. Adapun residu diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Ul Fakhri.
Ia menambahkan, pengelolaan ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPAS Kota Payakumbuh, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa pupuk dan hasil penjualan plastik.
Di TPS 3R Koto Tangah, sampah dikumpulkan menggunakan becak motor, lalu dipilah antara organik dan anorganik. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat lebih disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.
“Kami akan terus memaksimalkan TPS 3R yang ada. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah juga sangat penting,” pungkasnya.

TPS 3R yang saat ini dikelola masyarakat Koto Tangah merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Payakumbuh. Keberadaan TPS tersebut terbukti mampu membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPAS Kota Payakumbuh, sekaligus memberi nilai tambah berupa pupuk dan hasil penjualan plastik.
Di TPS 3R Koto Tangah, sampah dikumpulkan menggunakan becak motor, lalu dipilah antara organik dan anorganik. Ke depan, Camat Ul Fakhri juga terus mengingatkan masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga, agar proses pengelolaan berjalan lebih maksimal.
“Kami akan terus memaksimalkan TPS 3R yang ada. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah juga sangat penting,” pungkasnya. (Edw)















