Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Tim Gabungan Grebek Kedai Tuak Oliv

×

Tim Gabungan Grebek Kedai Tuak Oliv

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Kerap tutup karena razia yang dilakukan sering bocor, sebuah Kedai Miras jenis tuak di Kawasan Pasar Tradisional Ibuah Kota Payakumbuh kembali digrebek Satuan Tugas (Satgas) Penegakkan PERDA pada Kamis 12 Juni 2025. Tim beranggotakan Satpol-PP, TNI, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi dan UKM.  Tim berjumlah belasan orang itu dipimpin langsung ketua Satgas, Dewi Novita.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Razia dilakukan setelah memastikan informasi dari masyarakat bahwa tempat yang kerap beroperasi hingga dinihari itu kembali buka. Bergerak cepat, tim menyusuri pasar yang melakukan penggerebekan, namun tim kembali kalah cepat, diduga razia tetap bocor.

Di kedai tuak itu hanya didapati dua orang pemuda yang merupakan pengunjung serta satu orang perempuan warga Kecamatan Payakumbuh Utara yang mengaku mencari nafkah ditempat milik perempuan bernama Oliv tersebut. Sementara di meja, didapat dua teko miras jenis tuak, sisa miras dalam gelas serta dalam botol.

Tak puas dengan temuan itu, Tim gabungan melakukan penggeledahan keseluruhan bagian kedai tuak, termasuk dibagian luar, namun hasil tetap tidak ada. Diduga sejumlah pengunjung maupun miras telah dibawa kabur sebelum petugas datang.

” Iya, kita malam tadi melakukan razia keberbagai Tempat Hiburan Malam (THM) yang kerap melanggar aturan terkait jam operasional. Namun sepertinya razia ini kembali bocor, dilokasi (kedai tuak) kita hanya dapati beberapa orang pengunjung serta sisa miras dalam botol dan gelas,” sebut Ketua Satgas, Dewi Novita didampingi KABID PPD Satpol-PP, Ricky Zaindra serta Kasi Ops, Bobby Andhika, Jumat siang 13 Juni 2025.

Lebih jauh Dewi menjelaskan, sehari sebelumnya diduga tempat tersebut beroperasi hingga pukul 04.00 dinihari dengan jumlah pengunjung yang cukup banyak. Ia menduga Razia yang dilakukan kerap bocor karena Pengelola/pemilik Tempat Hiburan Malam saling berkomunikasi jika mengetahui adanya razia.

” Kita duga mereka (Pengelola/Pemilik) Tempat Hiburan Malam saling berkomunikasi dan memberitahu kepada sesama mereka jika kita melakukan razia. Buktinya, usai di kedai Tuak Olive kita melakukan razia ke tempat lain, tapi ternyata semua tutup,” tambah Dewi.

BANTAH TEBANG PILIH

Dewi menyebut bahwa pihaknya tidak pernah tebang pilih dalam melakukan Razia, pihaknya selalu merespon keluhan atau laporan masyarakat terkait keresahan adanya Tempat Hiburan Malam yang buka hingga dini hari.

” Tidak, kita tidak pernah tebang pilih dalam penertiban, sebab kita didukung penuh Bapak Walikota. Kita juga sisir/razia Tempat Hiburan Malam di Kawasan Simpang Benteng seperti yang banyak dikeluhkan, tapi mereka lebih dahulu tutu. Termasuk di kawasan Ngalau,” ujar Dewi.

OLIV DITELPON PENGELOLA THM SAAT PENGGELEDAHAN

Kerap Bocornya razia atau penertiban yang dilakukan ternyata bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut terbukti saat Tim gabungan tengah melakukan penggeledahan di kedai tuak milik Oliv.

Saat petugas tengah melakukan pendataan, seorang perempuan yang diduga juga Pengelola Tempat Hiburan Malam menghubungi Olive dan meminta agar segera tutup, sebab petugas melakukan Razia.

” Saat kita melakukan pendataan terhadap Oliv, tiba-tiba ia dihubungi seorang perempuan yang meminta untuk segera tutup. Kedepannya kita akan lebih cepat dalam antisipasi hal seperti ini.” Tutup Dewi. (Edw/Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *