Lima Puluh Kota, Dekadepos.id– Rencana pembangunan Islamic Center dan Balai Adat di Kabupaten Lima Puluh Kota mulai menunjukkan progres nyata. Gagasan yang didorong Bupati Safni Sikumbang bersama wakil Bupati Ahlul Badrito Resha tersebut mendapat sambutan hangat dari kalangan perantau, bahkan langsung diwujudkan dalam bentuk dukungan konkret.
Seorang perantau asal Padang Jopang, Nagari Tujuah Koto Talago, Haji Buyuang, menyatakan kesiapan menghibahkan lahan seluas kurang lebih 30.000 meter persegi di kawasan Harau untuk mendukung pembangunan fasilitas yang sarat nilai religius dan budaya itu.
Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan yang digagas Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi mampu menggerakkan partisipasi nyata dari masyarakat, termasuk dari ranah perantauan.
Di tengah arus modernisasi yang kian menggerus nilai, langkah para perantau ini justru menunjukkan arah sebaliknya kembali meneguhkan akar. Falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah kembali ditegaskan, bukan sekadar sebagai slogan, tetapi sebagai fondasi dalam membangun masa depan daerah.
Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, menegaskan bahwa pembangunan Islamic Center dan Balai Adat bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari misi besar menguatkan identitas daerah.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah kebangkitan. Ketika perantau turun tangan, kita melihat kecintaan terhadap daerah menjelma menjadi aksi nyata. Ini tentang jati diri dan masa depan,” ujar Safni saat meninjau lokasi pembangunan di Kawasan Wisata Harau, Kamis (26/03/2026).
Ia mengungkapkan, Pemerintah Daerah sebelumnya telah mengajukan pembangunan Balai Adat kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang juga merupakan perantau asal Limapuluh Kota.
“Permohonan kita disambut baik. Namun ada syarat, luas lahan minimal tiga hektare. Saat ini kita sedang berupaya memenuhi kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Safni menambahkan, untuk pembangunan Islamic Center, dukungan dari perantau terus mengalir, baik secara moril maupun materil.
“Kita tidak sedang membangun bangunan biasa. Kita sedang membangun pusat peradaban, tempat di mana agama menjadi pedoman, adat menjadi pegangan, dan generasi masa depan ditempa dengan nilai. Ini investasi untuk melawan lupa dan menjaga identitas,” tegasnya.
Sementara itu, Haji Buyuang menyampaikan bahwa niatnya menghibahkan lahan lahir dari panggilan hati sebagai perantau yang ingin berkontribusi untuk kampung halaman.
“Insyaallah niat baik ini dimudahkan Allah SWT. Semoga pembangunan Balai Adat dan Islamic Center ini berjalan lancar dan membawa manfaat untuk nagari kita,” ujarnya. (rdo/rel)
Beranda
Dakwah
Agama
Langkah Safni Sikumbang Tuai Dukungan, Perantau Hibahkan Lahan untuk Islamic Center dan Balai Adat
Langkah Safni Sikumbang Tuai Dukungan, Perantau Hibahkan Lahan untuk Islamic Center dan Balai Adat
admin2 min baca















