Payakumbuh, Dekadepos.id
Belum selesai pengusutan kasus dugaan penipuan berupa arisan online yang pernah dilaporkan ratusan masyarakat ke Mapolres Payakumbuh tahun lalu, kini kembali muncul dugaan penipuan yang dialami ratusan masyarakat dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota (Luhak Limopuluah), dari informasi yang dihimpun, nilai kerugian para korban cukup fantastis, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta, jika ditotal, kerugian disebut mencapai milyaran rupiah.
Ratusan Korban penipuan modus investasi online itu melapor ke Mapolres Payakumbuh, Rabu siang 11 November 2026. Menurut korban yang tidak mau disebut namanya, aplikasi tempat mereka berinvestasi, tidak lagi bisa dibuka/diakses seperti biasanya, kondisi itu telah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Akibatnya, uang yang telah mereka depositkan tiba-tiba tidak bisa ditarik (withdraw). Jika dikalkulasikan dengan seluruh anggota yang berjumlah lebih 1000 orang di dua daerah ini, total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Kapolres Payakumbuh melalui Kasat Reskrim membenarkan adanya laporan/pengaduan dari masyarakat.
” Iya, 500 orang lebih yang diduga menjadi korban, tapi tadi yang datang sekitar puluhan orang melapor,”ucap Kasat Reskrim, AKP. Andrio Surya Putra Siregar.
AKP. Andrio juga menambahkan, para korban melapor dugaan penipuan investasi MBA.
” Dalam group (WA) yang tadi diperlihatkan ada 500 orang, mereka melaporkan korban MBA.”tutup Kasat Reskrim. (Edw)















