Solok, Dekadepos.id
Selain mengeluh peralatan yang robek serta berusia cukup lama, atlet Paralayang Kabupaten Limapuluh Kota juga mengeluhkan kabut asap yang menggangu jarak pandang serta angin yang berubah-ubah akibatkan penerbangan juga terganggu, bahkan satu atlet Paralayang perempuan terjatuh saat akan landing dalam pertandingan Paralayang Porprov ke-XVI tahun 2026 yang digelar di Bukit Puncak Bidadari Tanah Garam Kota Solok, Senin 5 Oktober 2026.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Cabor Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Kabupaten Limapuluh Kota, Kartini kepada Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Limapuluh Kota, Dedi Permana yang melakukan pemantauan ke lokasi penginapan atlet Paralayang Kabupaten Limapuluh Kota.
” Iya, ada satu orang atlet Paralayang perempuan kami yang terjatuh karena kabut asap yang menganggu penerbangan, selain itu juga peralatan atau parasut yang robek serta berusia cukup lama yang akibatkan atlit tidak bisa tampil maksimal,”ucap Ketua FASI Kabupaten Limapuluh Kota, Kartini, Rabu 7 Oktober 2026 di Kota Solok.
Kartini juga menambahkan, tadi (Rabu) seharusnya atlet kita bertanding, tapi karena cuaca sehingga pertandingan diundur.
” Kami sudah turun/bertanding sejak dua hari lalu, tapi tadi siang tidak jadi karena faktor kabut asap tebal serta angin terlalu kencang, sebab jika dipaksakan akan menyebabkan pilot/atlet kita alami kecelakaan,”tambahnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, kabut asap yang tebal berdampak pada susahnya pilot/Atlet melihat titik atau tempat mendarat.
” Kabut yang tebal berdampak pada susahnya melihat tempat atau titik mendarat atau jarak pandang,”jelasnya.
Karena tidak jadinya pertandingan digelar, berdampak dengan penambahan waktu bertanding.
” Sesuai jadwal, pertandingan dimulai tanggal 3-10 Oktober, namun karena tadi pertandingan tidak jadi digelar, sehingga ditambah satu hari lagi,”tukuknya.
Dalam Porprov ke-XVI tahun 2026 ini, FASI Kabupaten Limapuluh Kota menurunkan 8 orang atlet laki-laki dan perempuan untuk kategori atau kelas Paralayang dan Gantole.
Keluhan tersebut juga diungkapkan Sifa, atlet perempuan yang mengalami kecelakaan akibat kabut asap yang makin tebal.
” Kemarin (Senin) jatuh saat landing, karena perubahan angin mendadak. Kabut asap sebabkan jarak pandang terganggu.”akunya.
BERIKAN DUKUNG DAN BAKAR SEMANGAT ATLET DITENGAH KETERBATASAN
Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Limapuluh Kota, Dedi Permana saat melakukan peninjauan ke mess/penginapan Atlet yang tidak jauh dari lokasi pertandingan, terus mendukung Atlet, pelatih dan official untuk tetap bersemangat ditengah segala keterbatasan.
” Ditengah berbagai kendala dan keterbatasan yang disampaikan oleh Cabor FASI, kita memahami dan berharap mereka tetap bersemangat. Tadi kita juga sudah melihat langsung lokasi pertandingan.”ucapnya. (Edw)






















