Scroll untuk baca artikel
Berita

Harga Tomat Anjlok, Petani Mengeluh 

×

Harga Tomat Anjlok, Petani Mengeluh 

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Anjloknya harga jual tomat mulai dirasakan petani, sebab belum mampu menutup biaya produksi yang dikeluarkan, terutama harga pestisida yang mahal. Saat ini harga jual tomat hanya Rp. 3 ribu dari harga beberapa pekan sebelumnya yang mencapai Rp. 7 ribu per kilogram.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Meski mengeluh dengan harga jual yang anjlok, petani mengaku tetap akan mengolah lahan pertanian kedepanya, sebab harga pupuk bersubsidi yang turun memberikan harapan kepada petani untuk terus menanam berbagai tanaman. Hal tersebut  diungkapkan petani Tomat di Jorong Piladang Nagari Koto tangah Batuhampar Kecamatan Akabiluru.

” Iya, harga jual tomat anjlok sejak dua pekan lalu, saat ini harga jual Rp. 3 ribu perkilogram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp. 7 ribu,” ucap Russirwan, Kamis pagi 20 November 2025.

Purnawirawan Polisi dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu juga menambahkan, dengan kondisi harga yang anjlok itu, sangat berdampak banyak pada petani, sebab mereka kesulitan menutup biaya produksi.

” Meski kita kesulitan menutup biaya produksi karena harga yang anjlok, beruntung kondisi tidak semakin parah, sebab harga beli pupuk bersubsidi saat ini turun. Tentu kedepannya, selain berharap harga jual tomat kembali naik, kita juga berharap harga pestisida juga turun,”ucapnya.

Menurut Russirwan, harga anjlok terjadi karena jumlah panen petani yang melimpah dari berbagai daerah di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota serta darah lainnya yang menjadi penyebab harga anjlok.

” Saat ini jumlah petani yang panen tomat sangat banyak, sehingga tomat melimpah dipasaran dan berdampak harga jual jadi anjlok,”ucap pria yang pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota (Dinas Pertanian).

Russirwan berharap kedepannya harga kembali naik, sehingga petani bersemangat untuk mengolah lahan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, membantu masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.

” Semoga kedepannya harga jual tomat kembali naik, kita juga semakin bersemangat mengolah lahan pertanian.”tutup pria yang juga menanam mentimun, terong serta buncis tersebut.

Biasanya hasil pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh banyak dijual ke Provinsi Riau dan Jambi.  (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *