CIAMIS, dekadepos.id
Komitmen Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dalam membenahi persoalan sampah mulai ditunjukkan secara konkret. Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, untuk mempelajari langsung sistem pengelolaan sampah yang sukses diterapkan di daerah tersebut.
Kedatangan Safni disambut langsung oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M, bersama Ketua TP PKK Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, di Pendopo Kantor Bupati Ciamis, Senin (4/5/2026).
Turut hadir Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asisten, serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ciamis. Hadir juga, Ketua PKK Limapuluh Kota, Ny Asra Yanti Safni, Kepala Dinas LH Limapuluh Kota, Nopriyadi Syukri, S.T.
Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap silaturahmi antar daerah dapat terus terjalin.
“Selamat datang di Kabupaten Ciamis. Kami bersyukur bisa berbagi pengalaman, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kebersihan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Ciamis telah meraih 11 kali penghargaan Adipura dan menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang memperoleh Adipura Kencana. Bahkan, pada 2025, Ciamis dinobatkan sebagai kota kecil terbersih tingkat ASEAN.
Menurut Herdiat, kunci keberhasilan tersebut terletak pada kesadaran masyarakat yang telah terbiasa memilah sampah dari rumah. Saat ini, terdapat 305 bank sampah yang tersebar di desa dan kelurahan, dengan pemanfaatan sampah organik untuk pakan maggot dan pengolahan lainnya.
“Hanya kurang dari 20 persen sampah yang sampai ke TPA. Selebihnya sudah dikelola di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kerja, melainkan upaya serius mencari solusi nyata bagi pengelolaan sampah di daerahnya.
“Kami datang untuk belajar langsung. Ciamis menjadi salah satu daerah rujukan nasional dalam pengelolaan sampah. Ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar Safni.
Ia menilai keberhasilan Ciamis tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap kebersihan.
“Kebersihan daerah mencerminkan karakter masyarakatnya. Ini yang ingin kita bangun di Limapuluh Kota,” katanya.
Safni juga mengungkapkan bahwa konsep bank sampah dan edukasi masyarakat sejak dini akan menjadi fokus yang akan dikembangkan di Limapuluh Kota ke depan.
“Kami akan mencoba membangun sistem yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” tegasnya.(rdo)















