Scroll untuk baca artikel
Berita

Dugaan Pengancaman, Ketua Satgas Penegak Perda Kota Payakumbuh Lapor ke Subdenpom 1/1-4 Payakumbuh 

×

Dugaan Pengancaman, Ketua Satgas Penegak Perda Kota Payakumbuh Lapor ke Subdenpom 1/1-4 Payakumbuh 

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penegak Peraturan Daerah (PERDA) Kota Payakumbuh, yang juga Sekretaris Satpol-PP, Dewi “Centong” Novita secara resmi telah melapor ke Subdenpom 1/1-4 Payakumbuh di Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat, Dewi melapor didampingi sejumlah personil SATPOL-PP Kota Payakumbuh terkait dugaan pengancaman yang dilakukan seorang pria di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) saat tim yang ia pimpin melakukan Razia atau Penertiban pada Minggu dinihari hari 10 Agustus 2025 sekitar pukul 03.00 Wib.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dewi melapor ke Subdenpom 1/1-4, Senin sore 11 Agustus 2025. Hal tersebut terlihat saat menyambangi Kantor Polisi Militer (PM). Sekitar 1 jam berada di Kantor PM itu, Dewi terlihat berada di halaman Kantor PM.

Kepada wartawan, Dewi membenarkan melaporkan dugaan pengancaman yang dialami saat bertugas melakukan Razia di Tempat Hiburan Malam (THM) dikawasan Ngalau Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat.

” Iya, kita melapor pada hari ini (Senin) terkait kejadian Minggu dinihari, karena ada ancaman terhadap anggota Satpol-PP, Tim Satgas saat melakukan penertiban di Cafe,” ujarnya.

Lebih jauh Dewi menjawab, ia melapor ke Subdenpom atau PM karena dugaan yang melakukan pengancaman adalah oknum anggota TNI.

” Jadi kita melaporkan ke POM (PM) ini karena dugaan yang mengancam kami malam itu adalah oknum anggota TNI, yang kami laporkan satu orang,” tambahnya.

Sementara terkait kronologis kejadian atau pengancaman, Dewi menyebut bahwa saat Razia sekitar pukul 03.00 Wib, ia bersama Tim Satgas melakukan patroli, penyisiran terhadap Cafe (Tempat Hiburan Malam) yang masih operasional hingga pukul 03.00 dinihari.

” Kita menemui didaerah Ngalau, Golden Classic Cafe yang masih buka sampai pukul tiga dini hari, kita melakukan penertiban kedalam Cafe tersebut, namun kita dihadang karyawannya. Kemudian ada pengancaman oleh oknum TNI. Kita mengetahui yang melakukan pengancaman adalah oknum TNI dari informan kita.” Tutup Dewi. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *