Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasionalOlahraga

Dari Payakumbuh untuk Dunia, Atlet Muda Madani Inline Skate Payakumbuh Raih 6 Medali di Ajang Internasional Melaka 2025

×

Dari Payakumbuh untuk Dunia, Atlet Muda Madani Inline Skate Payakumbuh Raih 6 Medali di Ajang Internasional Melaka 2025

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, Dekadepos.id — Kabar menggembirakan datang dari negeri jiran Malaysia. Empat atlet muda Madani Inline Skate School Payakumbuh berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional Cabaran Kasut Roda Speed Terbuka Melaka 2025, yang digelar pada 3 hingga 5 Oktober 2025 di Stadium Tun Fatimah, Taman Bandaraya Bukit Serindit, Melaka, Malaysia.

Ajang bergengsi yang diikuti oleh berbagai negara Asia Tenggara ini menjadi momentum emas bagi atlet-atlet muda asal Kota Payakumbuh untuk menunjukkan kemampuan, ketangguhan, dan sportivitas mereka di tingkat internasional.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

ENAM MEDALI UNTUK RANAH MINANG

Di bawah bendera Madani Inline Skate School Payakumbuh, empat atlet muda sukses mempersembahkan total enam medali untuk Indonesia, khususnya bagi Kota Payakumbuh dan Provinsi Sumatera Barat.

Berikut daftar pencapaian mereka:

1. Muhammad Raziq Mubarak
(Medali Perunggu – Team Relay 3.600 meter)

2. Kendra Mahardika
(Medali Perak – 200 meter)
(Medali Perak – 800 meter)
(Medali Perunggu – Team Relay 3.600 meter)

3. Alisha Khaira Putri
(Medali Emas – Team Relay 3.600 meter)

4. Nadhifatul Humairah
(Medali Perunggu – 2.000 meter)

Total, enam medali berhasil dibawa pulang oleh atlet muda Madani Inline Skate School. Sebuah hasil yang menjadi bukti nyata kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah selama masa latihan.

Rasa syukur dan bangga turut disampaikan oleh Ketua PORSEROSI Kota Payakumbuh, H. Meta Samainal, setelah mendengar kabar membahagiakan tersebut.

“Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan atas keberhasilan atlet Madani Inline Skate School yang membawa pulang enam medali dari Malaysia. Ini bukan hanya kemenangan bagi klub, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Payakumbuh,” ujarnya dengan penuh haru.

H. Meta menambahkan, pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa olahraga sepatu roda di Payakumbuh terus berkembang dengan baik dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi luar biasa. Dengan latihan yang terarah, disiplin tinggi, dan dukungan dari orang tua serta pelatih, mereka bisa mengharumkan nama daerah bahkan negara. Kita harus terus membina, memotivasi, dan menyiapkan generasi muda ini agar terus berprestasi,” sambungnya dengan nada optimis.

Lebih lanjut, Ketua PORSEROSI juga berpesan kepada seluruh klub sepatu roda di Payakumbuh agar menjadikan prestasi ini sebagai pemacu semangat untuk berbenah dan meningkatkan kualitas latihan.

“Setiap medali yang diraih adalah hasil kerja keras, tapi juga hasil dari kekompakan. Olahraga ini bukan sekadar soal kecepatan di lintasan, tapi juga tentang ketekunan, kebersamaan, dan sportivitas. Itulah nilai yang harus terus kita jaga,” tutupnya.

KERJA.KERAS BERBUAH MANIS

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Madani Inline Skate School Payakumbuh, Zulhendra, yang mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian anak didiknya.

“Alhamdulillah, kali ini dalam ajang bergengsi yang disaksikan oleh berbagai negara, anak-anak kami berhasil membawa enam medali ke Ranah Minang. Pencapaian ini adalah hasil dari latihan keras, kedisiplinan, dan semangat mereka selama ini. Kami sangat bangga atas perjuangan mereka,” ujarnya penuh syukur.

Menurut Zulhendra, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Latihan yang telah dilakukan berbulan-bulan, baik secara teknik maupun mental, akhirnya berbuah manis diajang internasional.

“Kami tidak pernah menargetkan medali secara berlebihan. Yang kami tekankan adalah proses bagaimana mereka berlatih dengan sungguh-sungguh, menghormati lawan, dan tampil penuh semangat. Ketika sportivitas dijaga, maka prestasi akan datang dengan sendirinya,” tambahnya dengan bangga.

Makna mendalam tentang sportivitas juga disampaikan oleh Pembina Madani Inline Skate School, Sepriyanto Chaniago, yang menilai bahwa prestasi yang diraih para atlet muda ini tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari sikap dan karakter mereka di lapangan.

“Sportivitas adalah jiwa dari olahraga. Ia mengajarkan kita untuk menghargai setiap hasil, menghormati lawan, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada. Anak-anak Madani sudah menunjukkan hal itu di Melaka. Mereka tidak hanya menang, tapi juga menunjukkan keindahan sikap sportif yang sesungguhnya,” jelas Sepriyanto.

Ia menambahkan bahwa dalam dunia olahraga, mental dan karakter jauh lebih penting daripada sekadar kecepatan atau kekuatan.

“Prestasi bisa dilupakan, tapi nilai-nilai sportivitas akan selalu diingat. Itulah yang kami tanamkan kepada anak-anak sejak awal menjadi atlet yang hebat dan berakhlak baik,” tambahnya.

DARI PAYAKUMBUH UNTUK DUNIA

Keberhasilan Madani Inline Skate School Payakumbuh di ajang Cabaran Kasut Roda Speed Terbuka Melaka 2025 menjadi bukti nyata bahwa anak-anak daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

Diusia muda, mereka telah menunjukkan ketangguhan, kerja keras, dan rasa cinta terhadap tanah kelahiran.

Dari lintasan Stadium Tun Fatimah, semangat juang para atlet muda ini menggema. Bukan hanya untuk meraih medali, tapi juga untuk menginspirasi generasi muda Indonesia agar terus berani bermimpi dan bekerja keras.

Kini, enam medali yang dibawa pulang bukan sekadar logam berkilau, melainkan simbol kebanggaan, persaudaraan, dan bukti bahwa Payakumbuh telah melahirkan bintang-bintang masa depan olahraga sepatu roda Indonesia. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *