PAYAKUMBUH, dekadepos.id – Untuk meningkatkan pendidikan karakter berintegrasi dengan nilai religius dalam ilmu pengetahuan dan keteladanan bagi para pendidik, ratusan pendidik mulai dari guru TK, SD, SMP, dan SMA di lembaga pendidikan Madani Islamic School Payakumbuh mengikuti kegiatan Kajian Tafsir Tarbawi di Masjid Musafir Jalan Diponegoro, Baypass, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sabtu (28/2/2026).
Kajian dengan tema ‘Sabjek Pendidikan Dalam Tafsir Islam’ yang dipromotori Ketua Yayasan Garis Pena, Ustadz Sepriyanto Chaniago, SH, itu tampil sebagai pemateri Ustadz Desembri Chaniago SH. MH.
Dalam sambutannya Ketua Yayasan Garis Pena, Ustadz Sepriyanto Chaniago menyatakan bahwa, Tafsir Tarbawi adalah pendekatan dalam pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembentukan karakter peserta didik.
” Kajian Tafsir Tarbawi dari kitab tafsir Al Munir ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, dan implementasi Tafsir Tarbawi dalam pendidikan karakter berbasis nilai Qur’ani. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa, Tafsir Tarbawi berperan dalam membentuk karakter. Prinsip paling berpengaruh dalam pendidikan karakter adalah integrasi nilai religius dengan ilmu pengetahuan, keteladanan pendidik, serta penerapan nilai Qur’ani dalam praktik pembelajaran,” papar Sepriyanto Chaniago, sekaligus berharap Kajian Tafsir Tarbawi ini dapat menambah wawasan para pendidik.
Sementara Ustadz Desembri Chaniago sebagai pemateri dalam kegiatan Kajian Tafsir Tarbawi mengatakan bahwa, seorang pendidik atau guru harus memiliki integritas dan kemampuan personal dan harus memiliki kewibawaan yang disenangi dan disukai anak didiknya.
” Sebagai guru dan tenaga pendidik, kita berbicara tentang pembelajaran dan kopetensi guru. Artinya, seorang pendidik tanpa memiliki kecerdasan dan integritas dan wawasan yang baik, seorang guru akan kesulitan dalam melakukan pendidikan,” jelas Ustadz Desembri Chaniago.
Ditekankan Ustadz Desembri Chaniago, kajian yang disampaikan kepada para guru Madani Islamic School Payakumbuh menegaskan bahwa, pendidikan dalam perspektif Al-Qur’an bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan proses pembentukan karakter dan peradaban.
” Al-Qur’an menghadirkan konsep pendidik sebagai figur yang berilmu, berakhlak, dan memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap peserta didik,” ujar Ustadz Desembri Chaniago.
Dinyatakan Ustadz Desembri Chaniago, dalam pembahasan Surah Ar-Rahman, ditekankan bahwa pendidikan berakar pada nilai rahmah (kasih sayang). Allah memperkenalkan diri sebagai Ar-Rahman sebelum menyebutkan pengajaran Al-Qur’an.
” Ini memberi pesan bahwa proses mendidik harus dilandasi kelembutan, kesabaran, dan kepedulian, bukan sekadar penyampaian materi pembelajaran. Melalui Surah An-Najm ayat 5–6, digambarkan karakter pendidik yang kuat secara personal dan matang secara intelektual,” ulas Ustadz Desembri Chaniago.
Lebih jauh Ustadz Desembri Chaniago memaparkan, sosok Malaikat Jibril yang “syadīd al-quwā” (memiliki kekuatan yang kokoh) menjadi simbol bahwa seorang guru harus memiliki integritas, keteguhan moral, dan kecerdasan yang memadai agar mampu menjalankan amanah pendidikan secara profesional.
Sementara itu, ulas ustadz Desembri Chaniago, Surah An-Nahl ayat 43–44 menegaskan pentingnya otoritas keilmuan. Guru diposisikan sebagai ahl al-dzikr, yakni orang yang memiliki kedalaman ilmu dan mampu menjelaskan kebenaran dengan terang.
” Pendidikan tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi membutuhkan kemampuan menjelaskan dan membimbing agar peserta didik sampai pada tahap berpikir dan merenung,” ungkap ustadz Desembri Chaniago.
Dalam Surah Al-Kahfi ayat 66, ulas ustadz Desembri Chaniago, ditampilkan dialog Nabi Musa dengan Khidhr sebagai teladan adab dalam proses belajar.
” Seorang nabi besar pun tetap menunjukkan kerendahan hati ketika menuntut ilmu. Ayat ini mengajarkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh etika, kesungguhan, dan penghormatan terhadap guru, ” ujar ustadz Desembri Chaniago.
Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan empat pilar pendidikan Qur’ani: rahmah dalam mengajar, kekuatan karakter pendidik, kedalaman dan otoritas ilmu, serta adab dalam relasi guru dan murid.
Keempat pilar ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan bermartabat.
Pada akhir pembahasannya ustadz Desembri Chaniago menyatakan, melalui kajian ini, diharapkan para guru Madani Islamic School Payakumbuh semakin menyadari bahwa profesi pendidik bukan hanya tugas administratif, tetapi amanah peradaban.
” Guru adalah penjaga arah generasi, dan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas pribadi dan integritas mereka dalam menjalankan peran tersebut.” pungkas pemateri ustadz Desembri Chaniago. (DS)















