Payakumbuh, Dekadepos.id
Harga jual Jagung untuk pakan yang merangkak naik sejak dua pekan terakhir diapresiasi petani di Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh, sebab dengan naiknya harga akan berdampak pada pendapatan, apalagi saat ini biaya produksi terutama pupuk bersubsidi mengalami penurunan.
Saat ini harga jual Jagung naik jadi Rp.6800/kilogram, dari harga sebelumnya Rp. 6500. Naiknya harga jual tersebut diharapkan bisa terus terjadi, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan dan biaya produksi bisa ditutup.
Hal tersebut diungkapkan Putra, petani jagung di Kelurahan Sicincin Payakumbuh Timur. Putra yang sebelumnya menanam tomat dan cabe itu, juga menyebutkan bahwa menanam jagung menjadi pilihan disaat harga tanaman/sayuran lainnya yang berfluktuasi (turun naik).
” Iya, Alhamdulillah di musim panen saat ini harga jual jagung terus merangkak naik, saat ini harga mencapai Rp.6800/kilogram, semoga kedepannya terus naik,” ucapnya, Rabu sore 5 November 2025.
Dengan harga jual Rp.600, selain bisa menutupi biaya produksi, petani juga mendapatkan keuntungan, sehingga semangat untuk mengolah lahan pertanian terus bertambah.
” Dampak harga jagung yang terus naik serta harga pupuk bersubsidi yang turun akhir Oktober lalu, membuat petani kian bersemangat untuk mengolah lahan pertanian, sehingga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan,”tambahnya.
Sebab beberapa tahun lalu, lahan pertanian miliknya dibiarkan jadi lahan tidur, namun belakangan ia tergerak untuk mendukung program Polri dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan.
” Sebelumnya lokasi ini hanya berupa lahan tidur, namun belakangan saya tergerak untuk mengolah dan mendukung program ketahanan pangan Polri dan Kementerian Pertanian.” Ujar anggota Polres Payakumbuh itu. (Edw)















