PAYAKUMBUH, Dekadepos.id – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Sumatera Barat. Kamis, 2 Oktober 2025, sebanyak empat klub sepatu roda asal Sumatera Barat resmi diberangkatkan menuju Melaka, Malaysia, untuk berlaga diajang Internasional Cabaran Kasut Roda Speed Terbuka Melaka 2025.
Lebih memmbanggakan lagi, dua diantaranya adalah klub sepatu roda asal Kota Payakumbuh yakni Madani Inline Skate School dan Palito Inline Skate School.
Ajang bergengsi tersebut digelar di Stadium Tun Fatimah, Taman Bandaraya Bukit Serindit, Melaka, Malaysia, pada tanggal 3 hingga 5 Oktober 2025, dan diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai negara Asia Tenggara.
SINERGI DUA KLUB, SATU SEMANGAT YANG SAMA
Keberangkatan mengikuti ajang bergengsi tingkat Internasional kali ini terasa istimewa dan sarat makna. Untuk pertama kalinya, Madani Inline Skate School Payakumbuh dan Palito Inline Skate School berangkat bersinergi dalam satu misi besar: mengharumkan nama Payakumbuh dan Sumatera Barat di kancah Internasional.
Ke dua klub ini menampilkan sesuatu yang jauh lebih berharga dari sekadar kemenangan yakni; semangat sportivitas dan persaudaraan yang tulus.
Mereka tidak hanya bertanding untuk medali, tapi juga saling mendukung, saling menyemangati, dan menunjukkan kepada dunia bahwa rivalitas dapat berubah menjadi kolaborasi yang indah.
“Kami tidak berangkat untuk membuktikan siapa yang terbaik, tapi untuk membuktikan bahwa kebersamaan itu kekuatan. Anak-anak kami belajar bahwa dalam olahraga, kemenangan sejati adalah saat kita tumbuh bersama, saling mendukung, dan tetap rendah hati,” ujar Zulhendra, Ketua Madani Inline Skate School, dengan penuh bangga.
PERJUANGAN MEMBAWA MEDALI UNTUK RANAH MINANG
Keempat atlet Madani Inline Skate yang diberangkatkan menuju Melaka, Malaysia, untuk berlaga diajang Internasional Cabaran Kasut Roda Speed Terbuka Melaka 2025 adalah Muhammad Raziq Mubarak, Kendra Mahardika, Alisha Khaira Putri dan Nadhifatul Humairah.
Sementara dari Palito Inline Skate, juga diberangkatkan empat atlet terbaik turut bertanding yaitu Nisrina Fadhillah Putri, Rajwa Riyuni, Lubna of Cordoba dan Diara El Syifa.
Para atlet muda ini berusia antara 7 hingga 12 tahun, namun semangat, disiplin, dan kerja keras mereka sudah sebanding dengan atlet profesional. Hasilnya, anak-anak Payakumbuh ini sukses membawa 5 medali untuk Ranah Minang dan tentunya sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.
“Keberangkatan ini bukan hanya tentang membawa nama klub, tapi juga nama besar Payakumbuh dan Sumatera Barat. Sinergi dengan Palito Inline Skate menjadi momentum berharga, karena olahraga ini sejatinya adalah wadah persaudaraan. Kami berharap anak-anak ini pulang dengan pengalaman berharga, prestasi, dan semangat baru untuk terus berkembang,” tambah Zulhendra lagi.
PESAN MOTIVASI FERNANDO ‘MAK LUBUAK’
Ketua Palito Inline Skate, Fernando, atau yang akrab disapa Mak Lubuak, turut memberikan motivasi yang membakar semangat para atlet muda.
“Setiap langkah di lintasan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling gigih. Jangan takut jatuh, karena dari setiap jatuh itulah kalian belajar berdiri lebih kuat. Bawa nama Payakumbuh dengan hati, karena kalian bukan hanya mewakili klub. Kalian mewakili mimpi anak-anak Sumatera Barat,” ungkapnya penuh semangat.
Fernando juga mengapresiasi kekompakan dua klub yang membawa semangat baru bagi dunia sepatu roda di daerah.
“Madani dan Palito hari ini menunjukkan contoh nyata bahwa olahraga bisa mempersatukan, bukan memisahkan,” tambahnya.
Sementara itu Essa Delina, selaku Bimpres Madani Inline Skate yang juga dinobatkan sebagai Koordinator Keberangkatan Event Melaka 2025, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian luar biasa dua klub tersebut.
“Alhamdulillah, delapan atlet yang kami kirim semuanya tampil maksimal dan menjadi kebanggaan kami. Mereka menunjukkan sikap disiplin, fokus, dan sportif sejak awal keberangkatan hingga lomba berakhir. Ini bukan sekadar prestasi, tapi proses pembelajaran yang luar biasa untuk masa depan mereka,” ujarnya dengan penuh haru.
DILEPAS RESMI KONI DAN PERSESORI SUMBAR
Keberangkatan seluruh atlet Sumbar ini dilepas secara resmi oleh Ketua KONI Sumbar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Perserosi Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau. Suasana haru dan bangga mengiringi langkah para atlet muda tersebut.
Kedua ketua klub, Zulhendra dan Fernando, turut hadir mendampingi langsung, memastikan segala kesiapan berjalan dengan baik.
Bagi masyarakat Payakumbuh, momen ini bukan sekadar keberangkatan atlet, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kejayaan sepatu roda Sumatera Barat di pentas dunia.
Selaku pembina Madani Inline Skate School, Sepriyanto Chaniago menyampaikan pesan mendalam tentang makna sportivitas dalam olahraga.
“Sportivitas adalah jiwa dari setiap kompetisi. Ia mengajarkan kejujuran, menghargai lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Tanpa sportivitas, kemenangan menjadi kosong maknanya. Saya sangat bangga melihat anak-anak kita belajar bukan hanya menjadi juara di lintasan, tapi juga juara dalam sikap dan karakter,” ungkapnya penuh makna.
Sepriyanto juga menambahkan rasa terima kasih kepada seluruh manajemen kedua klub yang telah bekerja keras membina, melatih, dan mendampingi para atlet muda hingga bisa menorehkan prestasi di tingkat internasional.
DARI PAYAKUMBUH UNTUK DUNIA
Dari lintasan Stadium Tun Fatimah, Melaka, semangat para atlet muda Payakumbuh menggema. Sorak dukungan dari dua klub terdengar bersahutan: “Ayo bisaa! Madani… Palito… Juaraa!”
Dunia menyaksikan bahwa anak-anak Indonesia — khususnya dari Payakumbuh — bukan hanya berlari untuk menang, tetapi juga berlari untuk menginspirasi.
Mereka membuktikan bahwa kebersamaan, kerja keras, dan sportivitas dapat menembus batas-batas negara.
Dari Payakumbuh untuk dunia, mereka membawa pesan sederhana namun kuat:
“Kami tidak hanya mengejar medali, kami membawa nama baik, semangat, dan nilai-nilai luhur yang kami pelajari dari tanah Minang.” (DS)
















Yang disebut 4 club. Yang dimention cuma 2 club. DiPAYAKUMBUH ada 3 club yang ikut. Yang gak ikut bayar berita ini gak di mention sama sekali. Hahahaha shame of you! When money talks, you’ve make a wrong news! Ps: yang bawa banyak medali yang ga dimention sama sekali. Oya tambahan, yang dilepas sm perserosi sumbar bukan club 2 ini ya boleh minta cek dulu data atlet ke perserosinya wkwkwkwkwk SHAME ON YOU!!!!
Payakumbuh inlene skate paling banyak bawa mendali k indonesia minn..minta data k perserosi yah min..
minta no rek min..??