Payakumbuh, Dekadepos.id
Sudah lebih dari dua pekan pascakebakaran yang melanda Blok Barat Pusat Pertokoan Kota Payakumbuh, sejumlah pedagang masih terpuruk akibat kehilangan lapak dan modal usaha. Di antaranya adalah Irawati dan Ratna Yulita, dua pedagang yang hingga kini belum mampu kembali berjualan.
Keduanya mengaku sangat terpukul dengan musibah tersebut. Selain kehilangan barang dagangan, mereka juga tidak memiliki modal lagi untuk memulai usaha. Kondisi ini membuat Irawati dan Ratna Yulita hanya bisa pasrah, menunggu kepastian bantuan maupun solusi dari pemerintah dan pihak terkait.
“Iya, sudah belasan hari kami tidak bisa berjualan. Barang habis terbakar, modal pun tidak ada. Sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap berjalan,” ungkap salah seorang korban dengan nada sedih.
Tidak hanya kehilangan sumber penghasilan, keduanya juga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari serta berbagai kebutuhan keluarga lainnya. Karena itu, selain berharap segera bisa kembali berjualan, mereka juga menantikan adanya bantuan tunai dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk meringankan beban ekonomi.
Mereka menyinggung bahwa bantuan yang berhasil digalang melalui Posko Kebakaran di depan Kantor Pos Kota Payakumbuh, Jalan Jenderal Sudirman, telah mencapai ratusan juta rupiah. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya direncanakan untuk pembangunan tempat relokasi pedagang, namun juga sebagian disalurkan kepada pedagang sebagai tambahan modal usaha maupun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi serupa juga dialami pedagang lainnya yang bernasib sama. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, perbankan, maupun pihak swasta agar para korban kebakaran dapat kembali bangkit dan roda perekonomian di pusat kota Payakumbuh tidak terhenti. (Edw)















