Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Tokoh Masyarakat Sungai Kamuyang Dukung Sekolah Rakyat 

×

Tokoh Masyarakat Sungai Kamuyang Dukung Sekolah Rakyat 

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Program Pemerintah Pusat berupa Sekolah Rakyat (SR) yang menyediakan Pendidikan Gratis dan Berkualitas bagi anak-anak dari Keluarga Miskin dan Miskin Ektrem, mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota. Sekolah yang nantinya berupa sekolah Boarding (berasrama) bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD), SLTP dan SLTA bakal hadir di Nagari Sungai Kamuyang Kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dukungan terhadap Sekolah Rakyat itu diungkapkan unsur/tokoh masyarakat yang hadir dalam Sosialisasi yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, Senin pagi 19 Mei 2025 di Kantor KAN Nagari Sungai Kamuyang. Beberapa unsur masyarakat yang hadir, Niniak Mamak, Laim Ulama, Bundo Kanduang, KAN dan lainnya.

Kehadiran Sekolah Rakyat menurut masyarakat/tokoh yang hadir, akan memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu yang selama ini tidak bisa mendapatkan pendidikan dengan layak untuk meraih cita-cita atau bersekolah tinggi sesuai keinginannya.

” Tadi sudah saya sampaikan dalam Sosialisasi yang digelar. Bahwa saya sangat mendukung secara pribadi, ini adalah program Nasional bapak Presiden Prabowo. Jangan ditolak, ini memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ucap Hadrami.

Ia juga mengatakan, tidak akan terwujud kebersamaan jika masyarakat miskin tidak diperhatikan. Selain itu, pendidikan juga akan mengangkat harkat dan martabat seseorang.

” Masyarakat miskin harus diperhatikan jika ingin mewujudkan kebersamaan. Selai itu, pendidikan juga akan mengangkat harkat dan martabat. Jadi program ini (Sekolah Rakyat) sangat bermanfaat dan harus disukseskan,” tambahnya.

Meski nantinya akan memperjelas batas antara masyarakat miskin dan mampu, … menyebut hal tersebut tidak akan masalah. Sebab sebelumnya tidak banyak yang memperhatikan masyarakat miskin, termasuk soal pendidikan.

” Tidak masalah, selama ini juga sudah nampak batas masyarakat miskin dan kaya. Masyarakat miskin juga tidak banyak diperhatikan, termasuk soal pendidikan. Sekarang ada Pemerintah memperhatikan orang-orang miskin, alangkah baiknya.” Tutupnya.

SEKOLAH RAKYAT DIDUKUNG PIMPINAN DPRD DAN KETUA KAN

Tidak hanya dari tokoh masyarakat, dukungan terhadap keberadaan Sekolah Rakyat juga diungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Muhammad Fadhlil. Politisi muda PKS itu apresiasi gerak cepat Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota dalam menjalankan program Pemerintah Pusat berupa Sekolah Rakyat.

Sebagai Wakil Rakyat dari Kecamatan Luhak, Fadlil juga menyambut baik rencana Keberadaan Sekolah Rakyat.

” Insyaallah dengan tangan terbuka kita dukung dan sambut baik Program Pemerintah berupa Sekolah Rakyat ini. Kita juga apresiasi gerak cepat Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota dalam mewujudkan program ini di Kabupaten Limapuluh Kota,” ucapnya.

Dukungan terhadap Sekolah Rakyat menurut Fadhli diberikan karena angka kemiskinan di Kabupaten Limapuluh Kota sangat tinggi dan perhatian terhadap pendidikan juga sangat rendah.

” Kita dukung Sekolah Rakyat ini karena angka kemiskinan tinggi dan perhatian terhadap pendidikan sangat rendah.” Tutupnya.

Sementara Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Kamuyang, Irmaizar menyebutkan bahwa KAN menyambut baik program Pemerintah Pusat berupa Sekolah Rakyat. Karena sasaran utamanya adalah masyarakat miskin.

” Tentu kami dari masyarakat Sungai Kamuyang sangat menyambut baik program Pemerintah Pusat ini, terutama untuk masyarakat miskin. Seluruh Niniak Mamak yang hadir dalam Sosialisasi tadi juga sangat mendukung,” ucap Anggota DPRD Kota Payakumbuh itu.

Lebih jauh mantan Walinagari Sungai Kamuyang itu menyebutkan bahwa berbagai persoalan, baik tanah, kecemasan lainnya tidak ada lagi, sebab keberadaan Sekolah Rakyat nantinya juga akan memberikan dampak kepada masyarakat.

” Alhamdulillah tidak ada lagi keragu-raguan masyarakat terhadap program ini. Sekolah Rakyat nantinya akan berdampak pada ekonomi masyarakat, sebab akan ada usaha, rumah-rumah kontrakan dan lainnya,” ucap Politisi Partai Nasdem itu.

Ia menyebutkan, nantinya bangunan Sekolah Rakyat akan berdiri diatas tanah dengan luas sekitar 10 Ha yang merupakan tanah Ulayat yang telah diserahkan.

” Rencananya lokasi Sekolah Rakyat ada di Kawasan Baliang, tepatnya di Tanah Ulayat. Tanah Ulayat kita ada 200 Ha, 39 Ha diantaranya telah kita masukkan dalam Sertifikat Komunal HPL, dan ditanah HPL itu kita serahkan 10 Ha untuk Sekolah Gratis ini.” Tutupnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, Indra Suriani menyebutkan bahwa nantinya Sekolah Rakyat di Kabupaten Limapuluh Kota berupa sekolah Boarding atau berasrama. Lokasi sekolah tersebut telah dilakukan peninjauan lapangan oleh Kementerian PUPR.

” Alhamdulillah untuk lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Limapuluh Kota sudah memasuki survei oleh Kementerian PUPR. Kita juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait sekolah Rakyat yang nantinya berupa Sekolah Boarding mulai dari tingkat SD hingga SLTA,” Ujarnya.

Dari hasil survei yang dilakukan Kementerian menurut Indra Suriani, Kabupaten Limapuluh Kota memenuhi syarat untuk didirikan Sekolah Rakyat di Jorong Madang Kadok Nagari Sungai Kamuyang.

” Dari hasil survei, kita memenuhi syarat untuk didirikan Sekolah Rakyat, kita akan segera urus sertifikat ke ATR-BPN dalam rangka memecah sertifikat HPL yang sudah ada,”tambahnya.

Nantinya, calon peserta didik di Sekolah Rakyat yang akan didirikan itu berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota sesuai dengan  Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Nantinya jumlah Rombongan Belajar (ROMBEL) 18 untuk tingkat SD DAN SLTP 9 serta SLTA/SMA 9 Rombel sesuai Proposal yang diajukan.

” Calon peserta didik kita berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota sesuai Data DTKS, tidak boleh ada orang kaya.” Tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *