Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Safni menyebutkan pihaknya mendukung rencana Pembangunan Jalan Tol Sektor Payakumbuh-Pangkalan. Bahkan dalam waktu dekat, ia akan bertemu dengan anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (DAPIL) Sumatera Barat II untuk membicarakan terkait rencana kelanjutan jalan Tol itu.
Safni juga mengatakan, sebagai Kepala Daerah, ia siap mendukung terealisasinya jalan Tol yang diwacanakan beberapa tahun lalu itu. Bupati juga belum bisa memastikan terkait Program Pemerintah Pusat itu, meski beberapa waktu lalu saat Retret kepala Daerah Presiden Prabowo Subianto menyebutkan akan dilanjutkan.
Menurut Bupati, Jalan Tol yang menghubungkan Sumbar-Riau itu perlu didukung karena sangat bermanfaat bagi pengguna jalan Sumbar-Riau. Ia berharap Program atau Nasional itu bisa segera terlaksana.
” Alhamdulillah, besok rencana (Senin) kami akan bertemu dengan anggota DPR-RI dapil Sumbar 2 , ada 5-6 orang untuk membahas rencana kelanjutan pembangunan jalan tol. Rinciannya dari beliau yang pasti,” ucap Bupati usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dalam rangka hari Jadi ke-184 yang digelar Minggu pagi 13 April 2025.
Lebih jauh Bupati mengatakan, ia sebagai Kepala Daerah (Bupati) siap mendukung dan berharap bisa segera terealisasi.
” Kita siap mendukung kegiatan jalan Tol yang diwacanakan beberapa tahun lalu. Mudahan bisa terealisasi Tol Sumbar-Riau. Untuk sementara kita belum berani jawab terkait informasi dari Pemerintah Pusat. Karena waktu retreat beliau (presiden) sebutkan dilanjutkan, tapi kapan dilanjutkan kita belum pasti. Sebab itu merupakan program pusat,” jelasnya.
Sementara terkait akan ada/tidaknya penolakan dari masyarakat terkait rencana pembangunan Jalan Tol kedepannya, perantau Kandis asal Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota itu menyebut bahwa ada atau tidaknya penolakan tentu pastinya dari Tuhan.
” Kalau kata pasti itu kan kata Tuhan. Yang namanya masyarakat kita ada sedikit perbedaan dengan masyarakat didaerah Riau terkait lahan. Masyarakat Riau mungkin tanah bukan tanah adat, tapi kita tanah adat, satu lahan/lokasi bisa tiga atau empat orang kita minta persetujuan. Tapi mudah-mudahan dengan niat baik dan kerjasama masyarakat dan media, insyaallah kita wujudkan jalan Tol sukses seperti daerah lain.” Tutupnya.
Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah masyarakat dari berbagai Nagari (dimasa Pemerintahan Bupati Safaruddin) melakukan aksi penolakan terkait rencana pembangunan Jalan Tol Payakumbuh-Pangkalan yang melewati sejumlah Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota. (Edw)















