Berita

Harau International Climbing Festival Digelar di Lembah Harau

×

Harau International Climbing Festival Digelar di Lembah Harau

Sebarkan artikel ini

Payakumbuh, Dekadepos.id

Olahraga panjat tebing bertaraf internasional yang dikemas dalam festival Harau International Climbing Festival (HICFEST) digelar di objek wisata alam Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Olahraga penuh tantangan dan keberanian yang diinisiasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumatera Barat bersama pengurus Pusat FPTI itu, secara resmi dibuka Selasa dan berlangsung hingga Sabtu (3-7/11) diikuti 110 peserta dari sejumlah provinsi di Indonesia dan berbagai negara, di antaranya China, Vanuatu, Malaysia, Bangladesh, dan Nigeria.

Tak tanggung-tanggung, Fesitival HICFEST 2026 tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi panjat tebing internasional, seperti Stave Long, Master Rock Climbing, Educator and Author asal Inggris; Prof. Mohd Salleh Aman, akademisi dan profesional olahraga dari University Malaysia; serta Harry Suliztiarto dan Kang Mamay S. Salim yang dikenal sebagai tokoh senior panjat tebing Indonesia.

Ketua FPTI Pengprov Sumatera Barat, Zuhrizul kepada sejumlah wartawan di lokasi panjat tebing Lembah Harau, Kamis (5/11) menyebutkan, Lembah Harau berpeluang dan semakin diperhitungkan dalam peta olahraga panjat tebing internasional.

” Harau International Climbing Festival (HICFEST) dipastikan masuk dalam kalender agenda rutin Union Internationale des Associations d’Alpinisme (UIAA), organisasi internasional yang menaungi olahraga pendakian dan panjat tebing,” ujar Zuhrizul.

Menurut Zuhrizul, informasi tersebut diperoleh dari Robertus Robert, Kabid Panjat Tebing Alam dan Rekreasi PP FPTI, yang menghadiri kongres UIAA di Kathmandu, Nepal.

” Tentunya kepastian tersebut menjadi capaian penting bagi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumatera Barat dalam mendorong olahraga panjat tebing alam sekaligus memperluas promosi pariwisata daerah ke tingkat global,” ulas Zuhrizul.

Diakui Zuhrizul dalam forum internasional tersebut, penyelenggaraan HICFEST mendapat respons positif dari Presiden UIAA, Peter Muir, beserta peserta kongres.

“Sudah resmi masuk kalender iven UIAA. Ke depan, agenda HICFEST diselenggarakan 2 tahun sekali. Kita akan kumpulkan seluruh climber dunia di Lembah Harau. Dengan begitu, gaung pariwisata Sumatera Barat akan semakin mendunia dan mendatangkan lebih banyak dukungan,” ujar Zuhrizul.

Disebutkan Zuhrizul masuknya HICFEST ke kalender internasional membuka peluang bagi Lembah Harau untuk menjadi salah satu destinasi penting bagi komunitas pemanjat tebing dunia.

” Dengan penyelenggaraan setiap dua tahun, ajang ini diharapkan mampu membangun daya tarik kompetisi sekaligus menjaga kesinambungan promosi olahraga dan pariwisata Sumatera Barat,” ungkap Zuhrizul.

Lebih jauh dijelaskan Zuhrizul, tidak hanya membidik pengakuan internasional, FPTI Sumbar juga ingin memperluas basis penggemar olahraga panjat tebing. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan jalur pemanjatan yang dapat diakses oleh pemula hingga anak-anak.

” Bersama tim route setter profesional, FPTI Sumbar telah menyiapkan sejumlah jalur dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Inovasi tersebut diharapkan mengubah pandangan bahwa panjat tebing merupakan olahraga ekstrem yang hanya bisa dinikmati atlet profesional atau kalangan tertentu, ” ulas Zuhrizul.

Diakhir wawancara Zuhrizul menyatakan, pasca masuk dalam kalender iven UIAA, ke depan FPTI Sumbar ingin panjat tebing bukan cuma bagi mereka yang profesional.

“Anak-anak pun bisa menikmatinya. Kita proyeksikan akan semakin banyak orang tua yang membawa anak-anaknya berwisata dan mengenalkan karena tim pembuat jalur kita telah menyiapkan rute yang ramah bagi pemula dan anak-anak. Konsep ini sekaligus menjadi strategi untuk mengembangkan wisata keluarga di Lembah Harau. Pengunjung tidak hanya disuguhi panorama tebing batu yang menjadi ikon kawasan tersebut, tetapi juga mendapat kesempatan mencoba aktivitas olahraga luar ruang. Melalui konsep sport tourism, FPTI Sumbar berharap HICFEST mampu memberikan dampak lebih luas terhadap kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.” pungkas Zuhrizul. (Edw/Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *