Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Masyarakat Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, berharap pemerintah daerah bersama TNI dapat membuka akses jalan yang menghubungkan Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, dengan Nagari Koto Lamo, Kecamatan Kapur IX.
Aspirasi tersebut disampaikan warga agar pembangunan jalan tembus Maek-Koto Lamo dapat masuk dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) TNI tahun 2027. Jalur yang diusulkan tersebut menghubungkan wilayah Jorong Nenan di Nagari Maek dengan Jorong Sungai Nyanyiang di Nagari Koto Lamo. Secara geografis, kedua wilayah tersebut relatif berdekatan, namun belum tersedianya akses jalan yang memadai membuat masyarakat harus menempuh jalur memutar dengan waktu perjalanan yang jauh lebih lama.
Tokoh masyarakat setempat, Anuar Dt Bosa, mengatakan pembukaan akses tersebut sangat dinantikan masyarakat karena dinilai dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di kedua wilayah.
“Kami sangat mendambakan jalan tembus ini. Jika jalur Maek ke Koto Lamo ini berhasil diterobos melalui program TMMD TNI, perekonomian masyarakat di kedua kecamatan tentu akan semakin berkembang,” ujar Anuar Dt Bosa, Rabu 23 September 2026.
Menurutnya, kondisi geografis dan medan yang cukup berat menjadi salah satu kendala dalam membuka akses tersebut melalui pembangunan reguler. Karena itu, masyarakat berharap program TMMD dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembukaan jalan.
Selain memangkas jarak tempuh antarwilayah, akses Maek-Koto Lamo juga dinilai berpotensi membuka jalur baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani perkebunan.
Hasil perkebunan seperti gambir dan karet yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di kawasan tersebut diharapkan dapat lebih mudah diangkut dan dipasarkan apabila akses transportasi tersedia.
“Selama ini keterbatasan jalan menjadi salah satu kendala dalam membawa hasil bumi. Dengan adanya jalan tembus, mobilitas masyarakat dan pengangkutan hasil perkebunan akan jauh lebih mudah,” katanya.
Warga juga menilai jalur Maek-Koto Lamo dapat menjadi akses alternatif apabila jalur utama menuju Kecamatan Kapur IX mengalami gangguan akibat kondisi alam, seperti longsor. Karena itu, masyarakat berharap usulan tersebut dapat mendapat perhatian pemerintah daerah dan TNI untuk dikaji lebih lanjut, sehingga pembangunan akses penghubung Maek-Koto Lamo dapat direalisasikan melalui program TMMD 2027.
Bagi masyarakat, terbukanya akses tersebut bukan hanya soal mempersingkat perjalanan, tetapi juga diharapkan menjadi langkah untuk mengurangi keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedalaman Kabupaten Lima Puluh Kota. (Edw/Rel)






















