Scroll untuk baca artikel
Berita

Komunitas Lakatas Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap

×

Komunitas Lakatas Bagikan Ribuan Masker di Tengah Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

Bukittinggi, Dekadepos id

Komunitas Lakatas Kota Bukittinggi melaksanakan aksi sosial berupa pembagian masker kepada masyarakat di pelataran Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang menurun dan kabut asap yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Bukittinggi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Koordinator kegiatan Lakatas Bukittinggi, Irwan Iswahyudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari keluarga besar Lakatas. Komunitas Lakatas pada awalnya terbentuk dari komunitas ojek online (ojol), namun kini berkembang dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya pengemudi ojol, wartawan, pedagang, serta elemen masyarakat lainnya.

Aksi tersebut mengangkat tema “Keluarga Besar Lakatas, Solidaritas Tanpa Batas, Peduli, Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Irwan mengatakan, kegiatan pembagian masker dilatarbelakangi kondisi udara yang mulai dirasakan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pengemudi ojol yang sehari-hari banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Karena kami ojol sering di jalan, terasa sesak napas akibat cuaca sekarang yang asap dampak karhutla. Dengan itu ada inisiatif kami untuk berbagi masker,” ujar Irwan.

Menurutnya, kawasan Jam Gadang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan ikon Kota Bukittinggi sekaligus salah satu kawasan yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan.

“Jam Gadang ini adalah simbol ikonik dari Kota Bukittinggi dan banyak wisatawan yang ada di sini. Tadi rata-rata masih belum pakai masker,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Komunitas Lakatas membagikan sebanyak 1.001 masker kepada masyarakat. Jumlah tersebut dipilih sebagai simbol untuk menebar 1.001 kebaikan. Seluruh masker yang disediakan habis dibagikan dalam waktu kurang dari setengah jam.

Irwan menyebut respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat baik. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, hingga pedagang di sekitar Jam Gadang menyambut positif pembagian masker tersebut.

“Respon masyarakat sangat bersyukur, sangat senang. Terlebih banyak masyarakat, wisatawan, pengunjung, pedagang di sekitar Jam Gadang yang belum memiliki masker, padahal udara sudah sangat tidak sehat dan berkabut,” ujarnya.

Ia mengatakan sejumlah masyarakat juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang dilakukan komunitas tersebut. Ia berharap ke depan akan ada pihak lain yang turut menginisiasi kegiatan serupa.

*Kualitas Udara Menurun*

Aksi pembagian masker tersebut berlangsung di tengah kondisi kualitas udara Kota Bukittinggi yang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pemantauan Stasiun GAW Bukit Kototabang, konsentrasi PM2.5 di Kota Bukittinggi pada 3 September 2026 tercatat sebesar 20,5 µg/m³ dengan kategori kualitas udara sedang, sementara konsentrasi maksimum mencapai 42 µg/m³.

Pada 4 September 2026, konsentrasi PM2.5 meningkat menjadi 35,8 µg/m³ dengan kategori sedang. Sementara konsentrasi maksimum mencapai 67,2 µg/m³ dan berada pada kategori tidak sehat, terutama pada dini hari.

Penurunan kualitas udara tersebut diduga berkaitan dengan titik panas dan sebaran asap dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Berdasarkan arah angin dominan dari tenggara, selatan atau bagian timur Sumatera Barat, potensi sumber asap antara lain berasal dari Sumatera Selatan dan Jambi, serta wilayah yang berbatasan dengan Riau seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Kondisi berkabut asap mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Bukittinggi. Secara visual, kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang mulai terganggu. Paparan asap juga mulai dirasakan masyarakat dengan munculnya keluhan seperti tenggorokan terasa sakit dan batuk.

Atas kondisi tersebut, Irwan berharap pemerintah dapat meningkatkan respons terhadap kondisi kualitas udara yang berada di bawah standar kesehatan.

“Untuk ke depannya, untuk pemerintah, diharapkan melalui musibah ini ada tanggap terhadap udara yang di bawah standar kesehatan ini,” katanya.

Sementara kepada masyarakat, Irwan mengimbau agar selalu menjaga kesehatan dan menggunakan masker, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Untuk masyarakat, selalu jaga kesehatan, gunakan masker,” pungkasnya. (Arm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *