Scroll untuk baca artikel
Berita

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Di Kabupaten 50 Kota  

×

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Di Kabupaten 50 Kota  

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Puluhan rumah di dua Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota rusak akibat angin kencang disertai hujan deras yang terjadi pada Selasa Sore 18 Agustus 2026, akibat peristiwa tersebut, satu orang Ibu Rumah Tangga (IRT) mengalami luka dibagian kaki karena terkena seng saat mencoba keluar dari rumah saat peristiwa terjadi, beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa yang terjadi secara mendadak tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Puluhan rumah rusak tersebut umumnya dibagian atas/atap, dua Nagari yang dilanda bencana tersebut yakni Nagari Tanjuang Haro Kecamatan Luak serta di Nagari Gurun Kecamatan Harau, selain atap rumah masyarakat yang rusak , juga terdapat pohon tumbang.

Pasca kejadian, masyarakat dan Pemerintah Nagari serta dibantu TNI dan Polri melakukan evakuasi, hingga saat ini masyarakat yang rumahnya rusak akibat bencana masih menumpang dirumah keluarga/tetangga.

” Iya, di Kabupaten Limapuluh Kota ada dua Nagari yang terdampak bencana, satu di Nagari Tanjuang Haro dan di Nagari Gurun. Masyarakat secara swadaya secara bersama sudah melakukan evakuasi. Ada total 20 rumah di Nagari Gurun yang terdampak,”ucap Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Alfian, Selasa malam 18 Agustus 2026 saat mengunjungi rumah yang terdampak bencana di Nagari Gurun.

Lebih jauh ia mengatakan, pasca kejadian Petugas BPBD, Damkar , TNI dan Polri serta unsur Nagari langsung turun kelokasi kejadian.

” Alhamdulillah semua pihak langsung turun usai kejadian untuk membantu masyarakat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun ada satu orang ibu-ibu yang kakinya cidera/terluka, saat ini sudah dibawa untuk menjalani pengobatan,”tambahnya.

Upaya cepat terkait bencana tersebut menurutnya, akan dilakukan kajian cepat untuk menentukan tindakan berikutnya, apakah peristiwa yang terjadi masuk tanggap darurat atau tidak.

” Kita akan kaji cepat, apakah ini masuk tanggap darurat atau dengan penanganan biasa, mudah-mudahan besok kita sudah dapat langsung melakukan upaya apa selanjutnya tercepat untuk membantu masyarakat.”tutup mantan Kadis Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Sementara Walinagari Gurun, Irman menyebutkan bahwa di pasca kejadian di Nagari yang Ia pimpin, masyarakat langsung turun untuk membantu korban yang rumahnya rusak.

” Dari kejadian tadi, dari data awal kami 20 rumah memang rusak di Nagari Gurun, masyarakat yang terdampak saat ini menumpang dirumah tetangga dan keluarga untuk sementara. Rumah yang rusak umumnya dibagian atap.”ucapnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Zaimar Hakim menyebut bahwa data lengkap terkait peristiwa yang terjadi akan terus di-update dan diinformasikan kepada masyarakat.

” Data yang ada masih bersifat sementara, kami akan terus update dan informasikan kepada masyarakat dan kawan-kawan media,”ucapnya melalui melalui Sekretaris BPBD M. Farid Wajidi didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Ririanto Eko Putra, Kasi KD, Didik Purwanto.

Seorang saksi mata, Syafri Agusta yang merupakan warga Jorong Lubuak Jantan Nagari Gurun, menyebut bahwa saat kejadian hujan deras dan peristiwa tersebut terjadi secara mendadak.

” Kejadian menjelang Magrib secara mendadak saat hujan deras disertai angin kencang, peristiwa tersebut merusak rumah masyarakat saat mereka sedang berada didalam rumah.”ucapnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *