Limapuluh Kota, Dekadepos.id
Ketua Harian Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Limapuluh Kota, Ismail mengancam tidak akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026 yang direncanakan akan digelar 2 hingga 14 Oktober di 12 Kabupaten dan Kota yang menjadi tuan rumah bersama, jika anggaran yang diajukan tak kunjung dicairkan.
Sebab berbagai persiapan harus segera dilakukan mengingat waktu/jadwal pelaksanaan Porprov yang sempat tertunda selama 8 tahun itu semakin dekat. Beberapa persiapan yang harus segera dilakukan adalah TC atlet, pengadaan pakaian/seragam kontingen dan lainnya.
Penegasan itu disampaikan Ismail saat KONI menggelar Hearing bersama Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Kota di ruang sidang utama DPRD Kawasan Bukik Limau Kecamatan Harau, Rabu siang 12 Agustus 2026.
” Kalau anggaran yang diajukan tak kunjung cair, kita tidak usah saja ikut Poprov. Sebab banyak persiapan yang membutuhkan dana, diantaranya TC. Selain itu untuk Pengadaan seragam/pakaian kontingen juga harus disegerakan,”ucap Ismail dihadapan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Chandra.
Anggaran hibah sebesar Rp. 5.4 M yang diajukan tersebut, dinilai juga belum maksimal, sebab akan habis untuk memenuhi kebutuhan yang yang besar, diantaranya pakaian (atlet, pelatih dan lainnya).
” Dana yang disetujui Rp. 5,4 M hanya untuk kepentingan besar, pakaian atlet, dan pelatih, (l1,7 M), makan selama pertandingan atlet pelatih, dan lainnya sekitar Rp. 1,2 M, untuk TC Atlet sekitar Rp. 1,261 M, uang saku atlet , pelatih Ro. 1,2 M. Meski begitu kami akan pakai anggaran, mohon pak dewan sampaikan ke kepala daerah, agar realisasi anggaran di percepat,”tambahnya.
SIAP PERTAHANKAN PRESTASI
Ismail juga menegaskan bahwa pihaknya siap mempertahankan prestasi dalam Porprov nanti, bahkan meningkatkannya.
” Kami berharap anggaran yang ada di masukkan kedalam anggaran pergeseran, tidak dalam APBD-P, karena kami khawatir kalau menunggu APBD-P cukup panjang, sebab harus menunggu persetujuan Gubernur, sementara pelaksanaan Porprov dilaksanakan Oktober, inilah kerisauan kami.”tegasnya.
Sementara Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Defrianto Ifkar mengaku siap memperjuangkan aspirasi KONI, pihaknya juga menyebut tidak akan menganggu anggaran yang diajukan itu.
” Kami tidak akan usik anggaran yang diajukan, kami juga akan berupaya agar akan segera dicairkan sesuai aspirasi yang disampaikan Koni.”ucap Politisi Partai Golkar itu diamini Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Chandra.
Hearing tersebut hanya dihadiri 2 orang dari Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Pimpinan DPRD, Kadis Pariwisata, Keuangan, Dinas Pendidikan dan lainnya. (Edw)






















