Payakumbuh, Dekadepos.id
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus resmi melantik dan mengambil sumpah Pengurus KONI Kota Payakumbuh periode 2026-2030 di aula Balaikota Payakumbuh, Kamis siang 6 Agustus 2026. Pelantikan tersebut dihadiri Walikota-Wakil Walikota Payakumbuh, FORKOPIMDA, Pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat, Ketua KONI Sumatera Barat, Kepala OPD, Pengurus Cabor dan tokoh olahraga.
Pelantikan puluhan pengurus KONI itu diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Nomor 95 tahun 2026 tentang Kepengurusan, pengambilan sumpah, pelantikan dan penyerahan bendera pataka kepada Ketua KONI Kota Payakumbuh.
Kepada puluhan pengurus KONI yang dilantik, Hamdanus berpesan dengan telah dilantiknya dan diberikan SK, pengurus KONI Kota Payakumbuh yang baru untuk terus menjaga hubungan dengan Pemerintah Daerah, sebab sumber anggaran bersumber dari APBD.
” Dengan telah dilantik dan diberikan SK, tidak ada lagi hambatan secara psikologis, KONI harus selaras dengan Pemerintah Daerah, karena anggaran bersumber dari APBD , kita bersyukur di Payakumbuh hal tersebut sudah terwujud. Tidak semua daerah, KONI dan Pemerintah Daerahnya selaras, dan belum kita temukan daerah yang tidak selaras akan sukses.”ucapnya.
Sementara Ketua KONI Kota Payakumbuh, Chairul Mufti saat memberikan sambutan menyebut akan mengharumkan nama Kota Payakumbuh dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) SUMBAR Oktober tahun 2026 nanti.
” Kita bersama Cabang Olahraga (Cabor) siap mengharumkan nama Kota Payakumbuh dalam Porprov nanti, kita siap bawakan pak wali (Walikota) medali,”ucapnya.
Ketua HIPMI Kota Payakumbuh itu juga mengatakan bahwa dalam Poprov nanti, Kota Payakumbuh mengirimkan 286 atlit dari berbagai Cabor.
” Di Porprov nanti kita kirimkan 286 atlet dari berbagai Cabang Olahraga, mereka telah lulus seleksi. Kita semua rindi Porprov, semoga kedepannya kita semakin jaya.”tutupnya.
Sebelumnya sekitar 480 atlet mendaftar untuk ikut seleksi tim Porprov Kota Payakumbuh, keterbatasan dukungan dana menjadi faktor penyebab tidak semua atlet bisa ambil bagian dalam ivent olahraga yang diikuti Kabupaten dan Kota tersebut. (Edw)






















