Scroll untuk baca artikel
Berita

Sibunbun Kembali Menyala, Tim Gabungan Jaring Enam Perempuan 

×

Sibunbun Kembali Menyala, Tim Gabungan Jaring Enam Perempuan 

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota, Dekadepos.id

Beberapa bulan pasca Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Satpol-PP Kabupaten Limapuluh Kota bersama Tim Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, kawasan Jalur Sumbar-Riau di Sibunbun Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kawasan tersebut kembali “menyala” aktivitas prostitusi yang disamarkan berupa kedai-kedai kopi, kembali meresahkan masyarakat dan perantau, sehingga mereka melapor ke Petugas Penegak Perda.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hasilnya, Tim gabungan yang dipimpin Kasat Pol-PP Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, melakukan Razia Penegakkan Peraturan Daerah (Perda) di kawasan tersebut, hasilnya, 6 orang perempuan berhasil digaruk, mereka dibawa tim meski mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan.

Meski berhasil mengaruk/menjaring 6 perempuan yang berasal dari luar daerah, perlawanan tetap dilakukan beberapa orang pria yang diduga pemilik kedai remang-remang yang dirazia. Mereka berupaya mengejar agar keenam wanita itu dilepaskan.

” Iya, kita melakukan Razia dalam rangka Penegakan Peraturan Daerah (Perda) di Jalan Raya Sumbar-Riau di Kawasan Sibunbun Kecamatan Pangkalan, razia kita lakukan ditempat esek-esek yang disamarkan jadi kedai-kedai kopi,”ucap Kasat Pol-PP Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol didampingi Sekretaris Satpol-PP, Irwandi, Kabid Tibum, Risa Susanti serta PPUD, Rinaldi, Kamis malam 2 Juli 2026.

Mantan Kalaksa BPBD Kabupaten Limapuluh Kota itu menambahkan, razia serupa akan terus digelar kedepannya tanpa pandang bulu.

” Kita akan tetap menggelar razia kedepannya untuk menegakkan Perda Nomor 03 tahun 2017 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Terima kasih kepada masyarakat dan perantau atas kepeduliannya untuk daerah kita,”tambahnya.

DIKEJAR, MOBIL PETUGAS DILEMPAR OTK

Razia Pekat yang digelar Tim Gabungan tersebut tidak berjalan mulus meski berhasil menjaring 6 orang perempuan yang diduga Pekerja Seks Komersial di kedai-kedai kopi yang didatangi tim gabungan. Sebab sejumlah Orang Tidak Dikenal (OTK) mengejar mobil petugas dan meminta keenam perempuan yang terjaring untuk dilepaskan.

Tidak hanya mencoba menghentikan mobil petugas, sejumlah pria yang menggunakan sepeda motor tersebut juga melempar mobil tim gabungan. Beruntung aksi tersebut tidak berlanjut, sebab anggota TNI, POM TNI dan Polri bergerak cepat membantu.

” Alhamdulillah tim kita dibantu TNI dan Polri, sehingga upaya penghadangan mobil yang dilakukan tidak berhasil, mereka tidak lagi melakukan perlawanan saat mengetahui ada personil TNI dan Polri dalam tim kita,”tambah Rahmadinol.

KOORDINASI DENGAN DINSOS

Pasca menjaring enam orang perempuan yang diduga melakukan aktivitas prostitusi, Satpol-PP langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan asesmen.

” Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap keenam perempuan yang terjaring, termasuk assessment oleh Dinas sosial, untuk selanjutnya direncanakan akan mengirim mereka ke UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi di daerah Sukarami, Kabupaten Solok.”tutupnya. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *