Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPolitik

Dua Rumah Gadang Terbakar, Fajar Vesky: Situjuah Limo Nagari Butuh Mobil Damkar

×

Dua Rumah Gadang Terbakar, Fajar Vesky: Situjuah Limo Nagari Butuh Mobil Damkar

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id- Anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky, berharap pemerintah daerah dapat mendirikan Pos Pemadam Kebakaran (Pos Damkar), yang lengkap dengan personel dan mobil Dankar, untuk Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Permintaan ini disampaikan Fajar kepada wartawan Minggu siang (3/5/2026), usai bertemu dengan kepala kaum dan anggota kaum Salo-Kutianyia yang dua rumah gadangnya terbakar di Nagari Tungkar, Senin (27/4/2026) lalu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, kebakaran sering terjadi. Sudah banyak rumah gadang dan bangunan warga yang hangus karena api. Tentu ini adalah PR bersama pemda dan DPRD. Bagaimana agar di Situjuah Limo Nagari dan 5 kecamatan lainnya di Limapuluh Kota, dapat dibangun Pos Damkar, yang lengkap dengan personel dan mobil Damkar,” kata Fajar.

Mantan jurnalis ini sangat memaklumi, dalam dua tahun terakhir, kondisi anggaran pemda memang sedang sulit. Namun, penyediaan mobil Damkar, untuk kecamatan yang berada jauh dari posko utama Dinas Damkar, perlu menjadi perhatian bersama. Mengingat, layanan kebakaran dan non-kebakaran yang diurus Dinas Damkar, merupakan layanan wajib. Termasuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Trantibumlinmas yang anggarannya wajib disediakan pemda.

“Saat ini, ada 6 kecamatan di Limapuluh Kota, yang belum punya Pos Damkar dan mobil Damkar. Selain Situjuah Limo Nagari, juga ada Bukit Barisan. Di kecamatan ini, Pos Damkar memang sudah ada, tapi personelnya cuma beberapa orang dan mobilnya tidak ada. Sedangkan di Kecamatan Mungka, Guguak, Payakumbuh, dan Luak, kondisinya sama dengan Situjuah Limo Nagari. Belum ada pos Damkar dan belum ada mobil Damkar,” kata Fajar Rillah Vesky.

Politisi Partai Golkar ini menyebut, dalam setiap rapat kerja Komisi II DPRD dengan Dinas Damkar, sejak dinas tersebut dipimpin Alfian hingga kini dijabat Fidria Fala, persoalan ketiadaan Pos Damkar dan mobil Damkar di 6 kecamatan, selalu menjadi pembahasan. Ditaksir, untuk mendirikan Pos Damkar yang lengkap dengan personel dan mobil Damkat pada satu kecamatan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar sampai Rp3 miliar.

“Hanya saja, anggaran untuk pemenuhan layanan bidang SPM di daerah kita, masih sangat rendah dibandingkan dengan anggaran untuk program penunjang dan operasional rutin di berbagai OPD. Maka, anggaran untuk menambah mobil Damkar dan mendirikan Pos Damkar di 6 kecamatan, tetap belum masuk belanja prioritas pemda. Harusnya, tentu menjadi prioritas kebutuhan, karena layanan kebakaran dan non kebakaran kebutuhan urusan pemerintahan wajib,” kata Fajar Vesky.

Fajar melihat lokasi kebakaran di Nagari Tungkar, bersama Mamak Kepala Kaum Rumah Gadang yang terbakar, Rizki Fitriadi SH Dt Rangkayo Basa. Serta, Kepala Jorong Dalam Nagari, Putra, dan staf Dinsos Limapuluh Kota, Yon “Mak Wen” Swandi. Selain itu,, juga ada tokoh masyarakat Nagari Tungkar dan perwakilan dari kaum yang rumah gadangnya ikut terbakar, seperti Alwadrim, Daimus Tamil, dan Juniwal.

Sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang bersama Ketua TP-PKK Ny Asra Safni dan Kepala Dinas Sosial Indra Suryani, sudah mengunjungi lokasi kebakaran dua rumah gadang di Nagari Tungkar. Selain menyerahkan bantuan tanggap darurat, Bupati Safni mendorong perbaikan rumah gadang ini. Kalau belum memungkinkan dibangun kembali, karena anggaran besar. Setidaknya, anggota kaum yang tinggal di kedua rumah gadang, dapat diusulkan sebagai penerima program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).

Terkait hal ini, anggota DPRD Fajar Rilah Vesky, bersama niniak mamak dan tokoh-tokoh kaum Salo-Kutianya yang rumah gadangnya terbakar. menyampaikan terimakasih atas perhatian dari Bupati Safni. Kemudian, Fajar Vesky juga sudah berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup , Perumahan dan Kawasan (DLH-PKP) Limapuluh Kota untuk menindaklanjuti dorongan Bupati.

“Secara teknis, memang dimungkinkan untuk dibangun dengan program BPSPS seperti disarankan Pak Bupati. Namun tentu harus memenuhi syarat program. Kemudian, diusulkan dan diverifikasI lagi. Artinya, membutuhkan waktu jika menanti program BSPS. Sementara, saat ini, karena kondisinya adalah butuh penanganan cepat, maka kamj berharap, untuk jangka pendek, pemda dapat diberikan bantuan kebakaran yang bersumber dari BTT dalam APBD, untuk Kaum Salo-Kutianya dan warga yang terdampak kebakaran di Tungkar,” kata Fajar Vesky.

Fajar berharap, usulan bantuan yang nanti disampaikan Pemerintah Nagari Tungkar, dapat ditindaklanjuti Pemda Limapuluh Kota cq Dinas Damkar dan Badan Keuangan, dengan menurunkan tim untuk memverifikasi nilai kerugian dan mengkaji jumlah bantuan yang bisa diberikan pemda. “Sebelumnya, kita sampaikan terimakasih kepada Dinas Damkar dan petugas Damkar Limapuluh Kota, Payakumbuh, dan Tanahdatar, yang berjibaku memadankan api di Tungkar. Dengab mengerahkan 6 armad dari 3 kabupaten/kota,” kata Fajar Rillah Vesky. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *