PARIWARA PEMKAB LIMAPULUH KOTA
LIMAPULUH KOTA, dekadepos.id-
KOMITMEN pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota H.Safni Sikumbang-Ahlul Badrito Resha (SAKATO) menjadikan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan sebagai fondasi ekonomi masyarakat dan daerah, sepertinya benar-benar bakal diwujudkan dalam bentuk program nyata.
Buktinya memasuki tahun ke dua masa kepemimpinan pasangan SAKATO, program unggulan disektor pertanian, perkebunan dan peternakan itu mulai digerakan.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, ungkap Bupati H. Safni Sikumbang berkomitmen kuat untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan sebagai fondasi ekonomi masyarakat dan daerah.
“Fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas, kemandirian petani, dan menjadikan daerah Kabupaten Limapuluh Kota sebagai percontohan nasional, ” ujar Bupati Safni Sikumbang dalam banyak pertemuan dengan berbagai elemen dan tokoh masyarakat serta para petani di daerah ini.
Diakui Bupati H.Safni Sukumbang, poin-poin penting dan langkah strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota dalam menggerakan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan tersebut strateginya adalah penguatan di hulu seperti pengembangan pembibitan tanaman produktif.

” Sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang dikelola masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota harus melompat maju, tidak sekadar berjalan di tempat,” harap Bupati H.Safni Sikumbang.
Diakui Bupati H. Safni Sikumbang, saat ini Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mulai memperkuat sektor pertanian dan perkebunan dari hulu melalui pengembangan pembibitan terpadu.
” Pada tahap awal, dilakukan uji coba pembibitan sebanyak 20 ribu bibit alpukat yang akan didistribusikan ke nagari dan kelompok tani yang telah terdata di Dinas Pertanian. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan bibit unggul secara mandiri di daerah ” ungkap Bupati H.Safni Sikumbang.

Bupati H. Safni Sikumbang juga menyatakan bahwa, penguatan sektor pembibitan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
” Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota akan terus mendorong pengembangan pembibitan agar kebutuhan petani dapat dipenuhi dari dalam daerah. Ini langkah awal. Ke depan akan kita dorong lebih besar lagi, sehingga kebutuhan petani bisa dipenuhi secara mandiri,” ujar Bupati Safni Sikumbang.
Bupati H.Safni Sikumbang juga mengungkapkan bahwa, pada tahun 2026 Pemkab Limapuluh Kota juga akan menerima dukungan dari Kementerian Pertanian berupa pengembangan perkebunan seluas 6.000 hektare.

“Lahan tersebut masing-masing akan dialokasikan untuk komoditas kakao, kopi, dan kelapa, dengan luas 2.000 hektare per komoditas,” beber Bupati H.Safni Sikumbang.
Bupati Safni Sikumbang menambahkan, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit, tetapi juga oleh peran aktif penyuluh pertanian di lapangan.
Untuk itu Bupati H. Safni Sikumbang menekankan bahwa pentingnya inovasi dan perubahan pola kerja penyuluh dalam menghadapi tantangan pertanian yang semakin kompleks.

“Penyuluh tidak boleh hanya menjalankan program, tetapi harus mampu menciptakan perubahan nyata bagi petani. Mereka harus menjadi penghubung antara teknologi dan kebutuhan petani,” harap Bupati H.Safni Sikumbang.
Dalam arahannya, Bupati H. Safni Sikumbang menekankan bahwa sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat dan daerah harus mengalami kemajuan signifikan.
Untuk itu Bupati H. Safni Sikumbang meminta seluruh penyuluh meninggalkan pola kerja konvensional dan beralih pada pendekatan yang lebih inovatif, terukur, serta berdampak langsung bagi peningkatan produktivitas petani.
“Jika masih bekerja dengan cara lama, hasilnya akan tetap sama. Saat ini dibutuhkan lompatan besar yang harus dimulai dari penyuluh,” ujar Bupati H. Safni Sikumbang.

Bupati H.Safni Sikumbang juga menegaskan, penyuluh pertanian tidak hanya berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tetapi juga menjadi ujung tombak perubahan di lapangan.
Kehadiran penyuluh, lanjutnya, harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas petani.
Bupati H. Safni Sikumbang juga mengingatkan agar penyuluh tidak sekadar menjalankan program secara administratif, tetapi memastikan setiap kegiatan memberikan hasil konkret.

“Petani harus merasakan manfaat langsung. Mereka harus menjadi lebih paham, lebih terampil, dan lebih produktif,” ulas Bupati H.Safni Sikumbang.
Selain itu, Bupati H. Safni Sikumbang menyoroti berbagai tantangan sektor pertanian ke depan, seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan tekanan ekonomi. Untuk itu, Bupati H. Safni Sikumbang mendorong pemanfaatan teknologi dalam aktivitas pertanian guna meningkatkan daya saing.
“Teknologi harus hadir di tengah petani. Penyuluh harus menjadi jembatan antara kemajuan dan kebutuhan di lapangan. Kita tidak sekadar menjalankan program, tetapi memperjuangkan masa depan petani. Kerja serius hari ini akan menentukan kesejahteraan generasi mendatang,” ulas Bupati H. Safni Sikumbang.
Melalui program pembibitan sektor pertanian berbagai komudoti unggulan ini, pungkas Bupati H.Safni Sikumbang, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menargetkan dalam tiga tahun ke depan daerah penghasil gambir terbesar di negeri ini dapat berkembang menjadi pusat komoditas pertanian berbasis nagari atau central of agro.
Namun demikian, pumgkas Bupati H. Safni Sikumbang menegaskan, keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, termasuk dukungan konkrit dari pelaku usaha yang terlibat di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan. (ADV)
















