Limapuluh Kota, Dekadepos.id–
Mantan Gubernur Riau Ir. H. Asrjadjuliandi Rachman menilai Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi daerah maju dan berdaya saing tinggi, asalkan pembangunan dilakukan secara fokus, terarah, dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya saat memberi pidato pada sidang paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-185 Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (13/4), di Sarilamak. Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah diraih daerah itu dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Asrjadjuliandi, kemajuan Lima Puluh Kota tidak lepas dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), stabilnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran, serta berkembangnya sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata.
Namun, ia menegaskan bahwa untuk benar-benar menjadi daerah maju, ada sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi.
Yang pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menilai pendidikan vokasi berbasis potensi lokal, peningkatan mutu guru, digitalisasi sekolah, dan akses beasiswa harus diperluas agar generasi muda Lima Puluh Kota siap menghadapi persaingan global.
Syarat kedua adalah pembangunan infrastruktur yang merata dan terhubung. Menurutnya, akses antar nagari, kawasan produksi, dan daerah perbatasan harus terus diperkuat. Keberadaan Jalan Tol Sumbar–Riau, kata dia, juga harus dimanfaatkan sebagai penggerak ekonomi baru, bukan sekadar jalur transportasi.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah. Lembah Harau, menurutnya, adalah aset besar yang perlu didorong menuju pengakuan internasional, dengan dukungan promosi digital dan penguatan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
Asrjadjuliandi juga menekankan pentingnya membuka ruang investasi yang ramah, cepat, dan pasti secara regulasi. Di saat bersamaan, kualitas aparatur sipil negara juga harus ditingkatkan agar pelayanan publik semakin profesional dan adaptif.
“Dengan kekayaan alam, budaya, dan posisi strategis yang dimiliki, Lima Puluh Kota punya modal kuat untuk menjadi daerah maju. Tinggal bagaimana seluruh potensi itu dikelola dengan konsisten,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar peluang besar tersebut benar-benar terwujud menjadi kemajuan nyata bagi daerah.(rdo)















