Agam, Dekadepos.id
Gunung Marapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Sabtu, 4 Januari 2025. Berdasarkan laporan resmi, erupsi terjadi pukul 09.43 WIB dengan kolom abu terpantau mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak (± 3.891 meter di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Aktivitas ini tercatat dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi sekitar 1 menit 40 detik.
Cuaca di sekitar Gunung Marapi saat kejadian cerah dan berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Suhu udara berkisar antara 15,2–24,2°C, kelembaban udara 68–88,7%, dan tekanan udara 637,5–639 mmHg.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa status aktivitas Gunung Marapi telah diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) sejak 1 Desember 2024. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati kawah atau puncak gunung dalam radius 3 km.
Aktivitas vulkanik Gunung Marapi telah terpantau sejak erupsi pada 3 Desember 2023. Sejak saat itu, tercatat sebanyak 385 kejadian letusan dan 5.277 kejadian hembusan. Pakar geologi menilai bahwa akumulasi tekanan magma dalam perut gunung mengindikasikan potensi peningkatan aktivitas vulkanik di masa mendatang.
Masyarakat di sekitar Gunung Marapi diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang dan mengikuti instruksi keselamatan demi menghindari risiko yang lebih besar. (Arm)















