PAYAKUMBUH, Dekadepos.id – Rencana pengurus Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Luhak Nan Bungsu (Payakumbuh-Limapuluh Kota,red) akan melakukan konsolidasi, pasca terjadinya kisruh kegiatan Halal Bi Halal yang digelar di dua tempat berbeda pada hari yang sama yakni Minggu 27 April 2025 lalu, mendapat tanggapan dan dukungan serius dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh/Limapuluh Kota, Aspon Dedi.
Menurut putra Kabupaten Tanah Datar yang berbako ke Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh itu, kisruh yang terjadi di tubuh paguyuban IKTD Luak Nan Bungsu tak obahnya bak istilah urang awak ‘Kusuik-kusuik bulu ayam’.
” Ada pribahasa masyarakat Minangkabau menyebutkan, indak ado kusuik nan indak salasai dan indak ado karuah nan indak kajaniah.Kusuik bulu ayam, paruah manyalasaikan. Artinya, duduk bersama bermusyawarah mencari solusi untuk menyelesaikan satu masalah adalah jalan sangat bijak yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan kisruh yang dihadapi IKTD Luhak Nan Bungsu,” ungkap Aspon Dedi.
Aspon Dedi menyebut, adanya upaya oknum warga Tanah Datar yang berusaha untuk menggulingkan kepemimpinan Ketua Umum IKTD Luhak Nan Bungsu, Basri Latief melalui mufakat jahat dengan cara tidak terpuji mengumpulkan tandatangan warga Tanah Datar untuk melahirkan mosi tidak percaya, tindakan tersebut jelas bertentangan dengan kebiasaan masyarakat Minangkabau.
” Masyarakat Minangkabau dalam menyelesaikan suatu masalah cenderung menggunakan pendekatan adat dan musyawarah. Artinya. konflik diselesaikan melalui proses musyawarah dan mufakat, dengan tujuan mencapai perdamaian dan tidak hanya menang atau kalah. Tegasnya, penyelesaian masalah diutamakan melalui jalur kekeluargaan dan musyawarah, menghindari melibatkan pihak luar secara langsung, karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa malu,” ujar Aspon Dedi.
Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya atas kesepakatan pengurus lokasi acara Halal Bi Hala IKTD Luhak Nan Bungsu telah ditetapkan di SMPN 1 Payakumbuh.
Namun di balik penetapan acara di SMPN 1 Payakumbuh tersebut, berdasarkan informasi dan laporan dari beberapa anggota IKTD bahwa ada oknum warga Tanah Datar bukan pengurus IKTD Luhak Nan Bungsu sedang merancang mufakat jahat akan menggulingkan Ketua Umum IKTD, Basri Latief dengan cara mendatangi warga Tanah Datar yang ada di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk menandatangani surat mosi tidak percaya yang rencananya akan dibacakan saat acara HBH yang akan digelar di SMPN 1 Payakumbuh.
Menurut Ketua Umum IKTD Luhak Nan Bungsu, ternyata upaya mufakat jahat untuk menggulingkan Ketua Umum IKTD yang defenitif periode masa bakti 2022-2027 itu, bocor dan dilaporkan sejumlah warga Tanah Datar kepada Basri Latief.
” Untuk mengindari dan mengantisipasi terjadinya kegaduhan pada acara HBH yang semula telah ditetapkan di SMPN 1 Payakumbuh tersebut, maka ada kebijakan dari pengurus IKTD untuk mengalihkan lokasi acara HBH ke Sekretaiat IKTD,” terang Basri Latief.
Secara etika berorganisasi, ungkap Basri Latief, pemindahan lokasi acara dari SMPN 1 Payakumbuh ke Sekretariat IKTD tersebut sudah dibicarakan dengan Ketua Dewan Penasehat bapak Drs.Asril Syamsuddin dan pengurus lain termasuk dengan Sekretaris IKTD.
Namun mungkin terpengaruh rencana mufakat jahat tersebut, Sekretaris menolak menandatangi surat undangan pemindahan lokasi acara dan menyatakan mundur sebagai pengurus.
” Tak ada jalan lain, untuk menjaga agar organisasi tetap berjalan kondusif, maka kegiatan HBH tersebut tetap dialihkan dengan melayangkan kembali surat undangan baru kepada anggota IKTD termasuk kepada Walikota Payakumbuh, Bupati Limapuluh Kota dan Bupati Tanah Datar.
” Herannya, meski sudah ada undangan baru terkait pemindahan lokasi acara ke Sekretariat IKTD, oknum warga Tanah Datar yang bukan pengurus IKTD Luhak Nan Bungsu yang telah berhasil mempengaruhi beberapa pengurus IKTD tersebut tetap menggelar acara HBH di SMPN 1 Payakumbuh. Terkait digelarnya HBH mengatasnamakan IKTD, kami pengurus IKTD Luhak Nan Bungsu yang sah menyebut kegiatan tersebut tidak resmi alias liar.
Sebagai orang yang diberi kepercayaan sebagai Ketua Umum IKTD Luhak Nan Bungsu melalui mekanisme yang sah lewat musyawarah keluarga besar warga Tanah Datar dan dikuatkan dengan SK kepengurusan yang ditandatangi oleh Bupati Tanah Datar untuk masa bakti 2022-2027, Basri Latief sangat menyayangkan sekaligus menyesalkan adanya upaya tidak terpuji yang dilakukan oknum warga Tanah Datar yang berupaya memecah belah persatuan dan kekompakan warga Tanah Datar yang berhimpun dalam wadah sosial IKTD Luhak Nan Bungsu.
” IKTD ini hanyalah organisasi sosial yang membutuhkan pengorbanan tenaga dan pemikiran untuk menjalankannya. Tujuan pendirian organisasi sosial ini hakikinya adalah untuk memperkuat silaturahmi dan kerukunan sesama warga Tanah Datar yang ada diperantauan,” pungkas Basri Latief. (DS)















