Payakumbuh, Dekadepos.id
Yayasan Muslim Bersaudara Sehati akan mengirimkan 1 Ton rendang untuk korban bencana di Provinsi Aceh. Pelepasan bantuan ini akan dilaksanakan di Balai Kota Payakumbuh pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pukul 14.00 WIB dihadiri oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.
Bantuan 1 ton rendang ini merupakan hasil sumbangan dari masyarakat Payakumbuh, yang dimasak secara gotong royong oleh para relawan selama dua hari, dari Selasa 23 Desember hingga Rabu 24 Desember 2025 di Sentral Rendang Padang Kaduduak, yang difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh.
Pengadaan bahan baku untuk pembuatan rendang serta penyaluran bantuan ini didukung langsung oleh Peternak Layer Minang, Pinsar Indonesia Cabang Sumbar, Yayasan Al Islam Payakumbuh, dan Peternak Mandiri Sumbar. Tim relawan dari Muslim Bersaudara Sehati nantinya akan menyalurkan rendang ini ke titik-titik bencana yang ada di Provinsi Aceh.
Zaki Purnama, Koordinator Lapangan Muslim Bersaudara, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas terlaksananya bantuan ini. Menurutnya, ini merupakan bukti bahwa masyarakat Minang sangat peduli terhadap saudara-saudara mereka yang tertimpa bencana di mana pun berada.
“Aceh lon sayang, maaf kami terlambat. Kami tidak bisa datang lebih awal karena kami juga harus menyelamatkan saudara terdekat kami di Sumbar terlebih dahulu. Tapi kami selalu memikirkan kondisi saudara Aceh di sana. Aceh lon sayang, masyarakat Payakumbuh insya Allah akan hantarkan sedikit bantuan ini,” ujar Zaki Purnama dengan penuh haru.
Sebelumnya, pada Selasa 23 Desember 2025, Muslim Bersaudara juga telah mengirimkan satuan tim Tungku Minang yang bertugas untuk pengadaan logistik di Aceh Tamiang, dan melakukan pendataan untuk memastikan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Zaki menambahkan bahwa Muslim Bersaudara sebelumnya fokus dalam penyaluran bantuan kebencanaan di Sumatera Barat. Sejak 28 November 2025, tim relawan fokus pada penyaluran bantuan di titik bencana Kabupaten Agam. Hingga saat ini bantuan masih berlangsung, meliputi bantuan logistik dan pemulihan fasilitas umum.
“Pengiriman bantuan ke Aceh, bukan berarti kami menarik diri dari kebencanaan di Sumbar. Namun ini bentuk kepedulian, bahwa saat ini walaupun kondisi di Sumbar belum pulih sepenuhnya tapi kepedulian ke saudara kita di Aceh dan Sumut tidak luntur,” tutupnya. (Edw/Rel)















