Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPolitik

Reses DPRD di Kebun Jagung: Petani Milenial Terkendala Registrasi Kelompok, Butuh Bibit, Alsintan dan Sekolah Lapangan

×

Reses DPRD di Kebun Jagung: Petani Milenial Terkendala Registrasi Kelompok, Butuh Bibit, Alsintan dan Sekolah Lapangan

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id– Minat bertani anak-anak muda Kabupaten Limapuluh Kota, terus bertumbuh.
Misalnya saja di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, telah cukup lama terbentuk kelompok tani yang 90 persen pengurus dan anggotanya adalah petani milenial atau generasi Y (kelahiran 1981-1996). Hanya saja, kelompok tani milenial bernama Kosasih (Kojai, Sawah Di Ateh, dan Sikabu) tersebut, masih terkendala dalam pengurusan registrasi kelompok.

“Sejauh ini, kami telah dibina oleh PPL Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Tapi, kami masih menunggu terbitnya SK registrasi Kelompok Tani dari Distanhorbun. Mohon kami difasilitasi untuk mengatasi kendala ini,” kata Ketua Kelompok Tani Kosasih, Dede Nofsyah, kepada anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, saat politisi Partai Golkar ini melaksanakan reses masa sidang ke-1 tahun 2025/2026 pada Sabtu siang (29/11/2025).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berbeda dengan reses DPRD Limapuluh Kota masa sidang ke-3 tahun 2024/2025 pada Agustus 2025 lalu yang sama sekali tidak menyediakan makan-minum bagi pesertanya gara-gara efisiensi anggaran daerah. Reses DPRD Limapuluh Kota kali ini sudah kembali menyediakan makan minum. Tapi memang tidak disertai dengan uang transportasi, seperti halnya Sosialisasi Perda (Sosper) yang biasa digelar DPRD Sumbar.

Meskpin demikian, masyarakat nampaknya sudah semakin cerdas dalam membedakan antara reses dan sosper DPRD. Sehingga, saat reses hanya menyediakan makan minum dan tidak ada pengganti uang tranportasi, masyarakat sudah mulai memahami. Bahkan, masyarakat; seperti para petani milenial yang ditemui Fajar Rillah Vesky di tengah hamparan kebun jagung, tetap menyampaikan aspirasi mereka melalui reses DPRD sebagai saluran resmi dalam pengusulan perencanaan pembangunan daerah.

“Selain minta difasilitasi dalam soal registrasi kelompok tani. Kami yang memiliki lahan jagung dan lahan sawah untuk padi, berharap dapat diberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Terutama pompa air yang sangat dibutuhkan pada musim kemarau. Kemudian, kami juga mengharapkan adanya Sekolah Lapangan serta bantuan bibit atau benih tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan,” kata Ketua Kelompok Tani Kokasih, Dede Nofsyah yang diamini oleh pengurus dan anggota.

Untuk menjawab kendala registrasi kelompok tani yang disampaikan Dede Nofsyah ini, anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, langsung menghubungi Kepala Distanhorbun Witra Porsepwandi,. “Insyallah, nanti kita chek dan kita bantu fasilitasi soal registrasi kelompok tani ini,” kata Witra yang dikenal cukup responsif dan serius dalam mewujudkan visi-misi bupati dan wakil bupati di bidang pertanian. Fajar pun menyampaikan terimakasih kepada Witra.

Fajar Rillah Vesky yakin, Distanhorbun akan mempercepat proses registrasi kelompok tani milenial. Karena berdasarkan sensus pertanian BPS tahun 2023, jumlah petani milenial di negeri ini sangat kecil dibandingkan petani dari generasi X (kelahiran 1965-1980). “Data BPS, Porsi petani dari generasi Y atau milenial itu, hanya 25,6 persen dari jumlah petani di Indonesia. Untuk itu, pemerintah daerah perlu memotivasi para petani milenial. Termasuk dengan cara mempercepat registrasi kelompok,” kata Fajar Vesky.

Sementara, terkait harapan Kelompok Tani Kosasih, agar dapat dibekali Sekolah Lapangan, bantuan alsintan, dan bibit atau benih tanhorbun, Fajar berharap, pengurus dan anggota kelompok tani Kosasih, untuk melengkapi dulu administrasi kelompok. “Kalau sudah teregistrasi, tentu baru bisa dapat bantuan pemerintah. Dan ke depan, Pemkab Limapuluh Kota punya mimpi besar di bidang pertanian. Yakni, menjadikan Limapuluh Kota sebagai central of agro. Ini nantinya, tentu butuh petani muda, seperti yang tergabung dalam Kelompok Tani Kosasih,” kata Fajar Vesky. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *