Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanTeknologi

Ali Hasan: Membanggakan, 5 Orang Siswa Kabupaten Limapuluh Kota Masuk Semi Final Ajang Olimpiade Sains Nasional Tahun 2025

×

Ali Hasan: Membanggakan, 5 Orang Siswa Kabupaten Limapuluh Kota Masuk Semi Final Ajang Olimpiade Sains Nasional Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.id – Ini benar-benar sebuah prestasi sangat membanggakan bagi daerah, sekolah dan orang tua.

Betapa tidak, dari 7 orang siswa utusan Provinsi Sumatera Barat yang berhasil masuk Semi Final Nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2025,  ternyata 5 orang diantaranya adalah siswa dan siswi berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Siswa SMP asal Kabupaten Limapuluh Kota mendominasi utusan Provinsi Sumatera Barat dan masuk Semi Final Tingkat Nasional dan akan bertarung dengan siswa dan siswi terbaik lainnya utusan dari 38 provinsi di Indonesia.

Adapun siswa dan siswi SMP terbaik yang telah membanggakan nama daerah Kabupaten Limapuluh Kota dan sekaligus juga membanggakan nama sekolah dan para orang tuanya itu adalah  Fatih Azmi Nasution siswa SMP Insan Cendikia, Harau, berlomba pada cabang IPA.

Kemudian.M Oemar Al Kahar Ilvi siswa SMP Insan Cendikia, Harau, berlomba pada cabang matematika. Berikut Al Hasby Adwitya Yandra siswa SMP Insan Cebdikia Exelen, Harau, berlomba pada cabang IPS dan Nisrina Nurrahmannisa Faradinah siswa SMP Insan Cendikia Excelen serta Ghaly Wiryawan Ahmad SMP Insan Cendikia, Harau.

Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2025  untuk tingkat SMP ini diikuti sebanyak 38 Provinsi di Indonesia. Penilaian dilakukan secara tahapan yang sangat ketat dan nantinya akan lahirlah talenta-talenta baru dari Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota diwakili Sekretaris Dinas Ali Hasan, S.Sos, usai pelepasan OSN Nasional Tingkat SMP tahun 2025 di Gedung Insan Cendikia Boarding School Harau, kemaren.

Menurut Ali Hasam, OSN SMP tahun 2025 ini mempertandingkan tiga bidang utama, yaitu Matematika, IPA, dan IPS.

Melalui kompetisi ini, siswa-siswi berprestasi diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.

OSN tidak hanya sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda Indonesia khususnya Kabupaten Limapuluh Kota.

Ajang ini adalah yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta daya juang para siswa.

” Kami berharap dari sini lahir generasi emas yang mampu bersaing di tingkat global,” kata Ali Hasan yang juga praktisi pariwisata ini.

Lebih jauh Ali Hasan menyatakan, kompetisi OSN ini juga menjadi ajang persahabatan antar pelajar dari berbagai daerah.

” Peserta tidak hanya beradu kemampuan akademik, tetapi juga saling mengenal budaya, pengalaman, dan semangat kebersamaan, ” ulas Ali Hasan.

Dikatakan Ali Hasan, pemenang OSN Nasional 2025 nantinya akan mendapatkan medali serta penghargaan dari pemerintah. Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan sebagai persiapan menuju kompetisi sains internasional.

” Dengan masuknya sebanyak 5 orang siswa dan siswi dari Kabupaten Limapuluh Kota mewakili Provinsi Sumatera Barat pada Semi Final Nasional OSN tahun 2025 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota tentu merasa bangga karena siap mencetak talenta-talenta unggul yang berkarakter, berprestasi, dan berdaya saing tinggi.

Meski denikian, pungkas Ali Hasan, keberhasilan ini adalah bentuk koloborasi yang tinggi antara satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

Sementara itu Ahmad Chairudin, S.Q selaku pimpinan ICBS Global menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota yang telah berkoloborasi dengan satuan pendidikan yang ada di ICBS Global, Insan Cendikia Harau dan Excelent Harau.

” Kerjasama dengan satuan pendidikan yang ada, adalah tugas kita bersama termasuk anak yang dapat membawa  nama harum untuk daerah serta sekolah dan orang tua. Tentunya, do’a dan ihtiar untuk lebih baik.” pungkasnya.(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *