Payakumbuh, Dekadepos.id
Suasana berbeda terlihat Selasa sore 11 Maret 2025 dihalaman Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Kelas II B Tanjung Pati di Payakumbuh, ratusan pengunjung masih terlihat berada di pintu masuk dan sebagian lainnya masih menjalani pemeriksaan barang dan bawaan (Makanan, minuman serta berbagai jenis penganan lainnya yang merupakan Pabukoan) meski hampir mendekati waktu berbuka.
Ratusan keluarga Warga Binaan itu, tidak hanya antri untuk mengantar pabukoan, namun juga antri untuk masuk dan melaksanakan buka bersama anggota keluarga mereka yang menjalani pembinaan LAPAS yang berada di Pusat Kota Payakumbuh Jalan Jenderal Sudirman samping Ex. Plaza Ramayana.
Inovasi yang dilakukan Kalapas itu banyak diapresiasi Warga Binaan Permasyarakatan maupun anggota keluarga mereka yang datang berkunjung. Sebab mereka bisa berkumpul lebih lama dan berbuka bersama orang-orang tercinta. Sehingga buka bersama anggota keluarga di dalam LAPAS itu terasa seperti dirumah sendiri.
” Iya, Alhamdulillah terobosan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (IMIPAS) yang membolehkan keluarga atau tamu yang berkunjung untuk bisa buka bersama anak/keluarga mereka yang tengah menjalani pembinaan di LAPAS Kelas II Tanjung Pati di Payakumbuh ini,” sebut Refna, seorang Ibu asal Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota, disela-sela berbuka bersama putra tercintanya.
Lebih jauh Refna mengucap rasa syukur kepada pihak LAPAS yeng melahirkan inovasi atau program buka bersama antara WBP dan anggota keluarganya.
” Terima kasih pak Kalapas, jika hari biasanya kami hanya bisa mengantar/menitipkan makanan-minuman kepada petugas, Alhamdulillah di Bulan penuh berkah ini kami bisa buka bersama anak kami.” Tutupnya.
Hal senada juga diungkapkan seorang ibu lainnya, ia sebagai orangtua sangat bahagia bisa bertemu dan berbuka bersama anaknya.
” Sebagai orangtua saya sangat bahagia bisa bertemu dan buka bersama anak saya hari ini meski di dalam LAPAS.” Ucap wanita bernama Suryaningsih.
Sementara KALAPAS Kelas II B Tanjung Pati, Julius Barus menyebut bahwa program yang dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima yang diberikan kepada Warga Binaan. Ia berharap hal tersebut bisa berdampak dan bermanfaat banyak.
” Ini sebagai bentuk pelayanan kami dari Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan melalui Kanwil dan LAPAS Payakumbuh. Mari kita terus jaga kekeluargaan, pandang kami sebagai orangtua dan juga keluarga,” Ucapnya didampingi KA. KPLP, Andri Noverman dan Kasiminkamtib, Taufiqurrahman.
Lebih jauh Julis Barus menyebut, layanan buka bersama Warga Binaan dan keluarganya itu diberikan karena saat ini Permasyarakatan saat ini dengan Paradigma baru, artinya Permasyarakatan yang berdampak, bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
” Kami berikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk merasakan suasana buka bersama dengan anggota keluarga. Ini pertama kita lakukan secara bertahap tiap Minggu dengan jumlah Warga Binaan mencapai seratus orang,” jelasnya.
Nantinya kegiatan itu akan dilakukan secara bergiliran, sehingga seluruh Warga Binaan bisa merasakan buka bersama anggota keluarga mereka, meski tengah menjalani Pembinaan.
” Nantinya kita lakukan secara bergiliran, sehingga seluruhnya bisa berbuka dengan anggota keluarganya meski tengah menjalani Pembinaan. Waktu yang kita berikan kepada mereka hingga waktu pelaksanaan sholat Isya,” tambahnya.
Saat ini di LAPAS tersebut terdapat 273 orang Warga Binaan. Selama Ramadhan pihak LAPAS memaksimalkan pembinaan bidang keagamaan yakninya kegiatan Baca Iqra, Baca Al-Qur’an, Tadarus serta Sholat berjamaah.
SERASA BERBUKA DIRUMAH, PETUGAS TETAP MASKIMALKAN PENJAGAAN
Seorang Warga Binaan yang minta namanya tidak ditulis, menyebut program buka bersama anggota keluarga yang dilakukan oleh pihak LAPAS sudah lama dan sangat dinantikan oleh ratusan Warga Binaan. Sebab dengan buka bersama anggota keluarga, ayah, ibu, anak dan istri, mereka (Warga Binaan) merasakan suasana seperti dirumah sendiri.
” Kami merasa seperti berbuka dirumah sendiri. Sebab bisa makan (berbuka) bersama, ayah/ibu, istri dan anak-anak. Kami juga lihat untuk pengamanan tetap maksimal dilakukan oleh petugas.”tutupnya.
Dari pantauan di lokasi berbuka yang dilaksanakan dihalaman tengah bagian dalam LAPAS, ratusan Warga Binaan terlihat bahagia, sesekali mereka saling berbagi makanan dengan istri dan anak-anaknya, bahkan ada yang saling berpegangan tangan sambil menyuapi orang tercinta mereka makanan. (Edw)















